coba template

Words and Sentences are Inspiration and Motivation

Showing posts with label imago papillon. Show all posts
Showing posts with label imago papillon. Show all posts

Saturday, March 31, 2012

Resepsi seperti Reuni

Pelaminan Resepsi

Sesuai janji saya kemarin, hari ini saya akan berbagi cerita resepsi Linda yang diadakan pekan lalu, 25 Maret 2012. 

Resepsi diadakan di Aula Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kota Pontianak, gedungnya nyaris persis di sebelah gedung Rumah Adat Melayu, tempat saya tahun lalu melangsungkan resepsi. Untuk lebih jelasnya, ini dia denah lokasi resepsinya.


Di gedung inilah, teman-teman saya yang super keren, para Gaby Members yang masih lajang amat sangat berjasa di acara resepsi Linda. Kalau saya jasanya cuman sebatas di depan pintu masuk, bertugas mengarahkan tamu ke kursi yang belum terisi. 

Berhubung pos saya dilewati oleh semua tamu, maka saya pun berjumpa dengan beberapa orang guru MAN 2. Melepas kangen di lokasi resepsi sebelum keesokan harinya saya silaturahim ke MAN 2. Saya ketemu juga dengan sahabat saya, Renna Marditha yang mirip Andhara Early, sahabat yang 'terpaksa' saya kenal karena satu kampus dengan dia wakakak *ini fiksi, aslinya saya bahagiaaa bersahabat dengan Renna ^^*. Seperti orang yang sudah 7 tahun lamanya tiada berjumpa, kami pun bergaya berdua seperti biasa muehuehue.

Renna tampak kangen berat sama saya

Resepsi yang seperti reuni. Selain Renna, saya juga bertemu beberapa teman dan senior kampus. Ada yang masih lajang, ada juga yang sudah gendong anak. Ada yang sempat foto-foto, ada juga yang tak sempat karena sudah sore, jamnya tamu undangan ruame. Nah, pekan lalu itu, saya sempat berfoto dengan Kak Dwi a.k.a Dwiraemon. Senior saya di kampus yang juga penyiar di Radio Kita FM Pontianak. Sekarang, Kak Dwi lah yang berjasa menggantikan Linda mengajar di Poltekkes Gizi Pontianak setelah saya pindah ke Sekadau. 

Jadi urutannya, setelah saya pindah ke Sekadau, saya serahkan tampuk kekuasaan pengajaran mata kuliah Bahasa Inggris ke Linda, kemudian karena jadwal mengajar Linda di MAN 2 cukup padat dan bentrok dengan mengajar di Poltekkes, berpindahlah jadwal tersebut ke Kak Dwi. Telimakaciiih Kak Dwiiii ^^

With Kak Dwi

Kedua orang tua saya juga hadir dong ya ke resepsinya Linda. Tamu paling spesial nih, jadi dari mereka isi buku tamu, ambil hidangan, menuju meja makan, makan sate, sampai dengan foto bersama pengantin, saya ikuti untuk didokumentasikan mueheuehe. Yang dipajang yang di meja makan aja aaah.

Bapak Ibu saya

Tak lupa, saya dan teman-teman yang tergabung dalam Gaby Corps pun ikutan foto sebelum rame. Sayang sekali, resepsi Linda kali ini minus Wawa yang sedang lanjutkan kuliah S2nya di Solo sehingga tak bisa lengkap bertujuh. Tetap bertujuh siih kalo dihitung sama suaminya Linda hihihi.

Gaby with the new married couple

Resepsi Linda dijadwalkan selesai sampai pukul 19.00. Sayang sekali, saya tak bisa ikut membantu acaranya sampai selesai karena kondisinya sekarang sudah berbeda, saya sudah bersuami *halah :p*.

Oh, last but not least, ini dia pengantinnya dalam foto tampak dekat.


Walaupun agak blur, tapi cantiknya tetap kelihatan kaan :)
Read More

Friday, March 30, 2012

Prosesi Akad Nikah

Pelaminan Linda dan Budi
Akhirnya 25 Maret 2012 itu tiba juga. Hari yang saya nantikan, hari yang membuat saya izin mengajar di Universitas Terbuka Pokja Kabupaten Sekadau demi menghadiri akad nikah sahabat saya, Linda Budiarsih dengan Briptu Budi Wicaksono.

Pukul 6 pagi, saya dan suami sudah meluncur menuju lokasi pelaksanaan akad nikah, di rumah Linda di kawasan kota baru Pontianak Selatan. Saya sengaja datang di pagi hari karena ingin melihat proses make over Linda, as she did to me a year ago :D

Banner penyambut tamu

Tepat pukul 08.30, rombongan mempelai pria tiba. Rombongan ini langsung disambut dengan lantunan shalawat yang dibawakan oleh kelompok pengajian temannya mama Linda. 

Rombongan mempelai pria
Kelompok pengajian 
Setelah rombongan menuju ke tempat pelaksanaan akad nikah, prosesi akad nikah pun dimulai. Seperti biasa, susunan acara akad nikah itu: Sekapur sirih alias kata sambutan dari pihak mempelai pria, kata sambutan dari pihak mempelai wanita, penyerahan barang seserahan kepada mempelai wanita, dan prosesi ijab qabul. Sebelum ijab qabul dilaksanakan, pak penghulu menyuruh mempelai wanita untuk mohon ampun kepada ibunda. Sangat mengharu biru, saya ambil gambar ini sembari menangis saking terharunya :')

Linda sesenggukan saat minta maaf ke mamanya

Prosesi ijab qabul pun dimulai. Setelah qori dan saritilawah membacakan ayat suci AlQur'an Surah Ar Ruum ayat 21, pak penghulu kemudian membacakan khutbah nikah. Dan tibalah momen sakral itu: ijab qabul. Tepat pukul 10.05 WIB, sahabat saya, Linda Budiarsih, sah menjadi istri dari Budi Wicaksono.


Budi: saya terima nikahnya...

Sudah resmi secara agama dan negara

Alhamdulillaah. Prosesi akad nikah berlangsung lancar hingga selesai. Para tamu disilakan menikmati makanan yang telah dihidangkan. 

Hidangan untuk tamu

Loh, apa-apaan ini ada pengantin baru *baru setahun :p* nangkring di meja prasmanan. Hihihi. Sembari menanti para tamu mengambil hidangan yang telah tersedia, saya dan suami foto-foto pakai kamera HP. Ternyata aksi lovey dovey kami ini difoto sama Elisa ^.^v Lumayan buat kenang-kenangan hehehehe.

Lovey Dovey

Cerita akad nikah saya, nanti deh ditulis kalau saya udah siap huehehehe. Besok, Insya Allah saya bagi cerita di resepsi Linda yaa.. ^^
Read More

Thursday, March 29, 2012

Sekadau - Pontianak


Dunia ini benar-benar sempit. Terutama Kabupaten Sekadau. 
Sempit dan kecil banget. 

Siapa sangka dalam perjalanan dari Sekadau menuju Pontianak, saya bisa berada dalam 1 mobil travel dengan salah seorang warga Sekadau yang pernah membaca blog saya. Setelah basa-basi sedikit, kakak berkerudung ungu itu nanya ke saya: "Mbak yang punya blog thekupu itu kan?". Ahiiiw, berasa artis dah wkwkwk :p

Tapi, berhubung saya bukan artis, maka saya pun bertanya kok bisa kakak tersebut menyimpulkan demikian. Rupanya si kakak pernah gugling, cari semacam tempat les TOEFL di Sekadau. Berhubung blog saya mengandung 2 kata tersebut, sampailah dimari. Waktu itu blog ini belum dotkom dan masih pakai layout pink ngejreng yang ada foto saya dan suami, sehingga si kakak bernama Citra yang visual itu bisa menebak dengan tepat bahwa sayalah orang yang ada di foto itu. Ahiiiwww..

Saya juga ngobrol-ngobrol dengan kak Citra yang sudah 3 tahun tinggal di Sekadau. Kak Citra bekerja sebagai PNS di Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau. Lulusan STIS alias Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, alumni SMU Negeri 3 Pontianak dan MTsN 1 Pontianak. Yak, rupanya kakak kelas saya walaupun kami tak pernah jumpa di sekolah. Sehingga, panjang lebarlah saya dan kak Citra bernostalgia tentang sekolah kami, tentang pekerjaan, tentang banyak hal.

Di perjalanan kemarin, untuk pertama kalinya saya masuk ke PT. Sumber Djantin Sanggau. Perusahaan Agro Industri yang mengolah karet ini biasanya saya lewati begitu saja. Tapi hari itu, Kamis 22 Maret 2012, ada seorang penumpang yang dijemput di sana. Ternyata, begitu toh dalamnya.  

Pabrik PT. Sumber Djantin

Beberapa kilometer dari PT. Sumber Djantin, ada keramaian di tepi jalan. Saya pikir ada yang tabrakan. Syukurlah saya salah, karena rupanya keramaian itu dipicu oleh sebuah *atau sebatang?* bunga yang tampaknya bunga bangkai. Coba diliat sendiri, ini bunga bangkai apa bonggol jagung raksasa ya? ._.

Menjadi pusat perhatian

Berhubung saya waktu itu pakai travel, bukan mobil pribadi, jadi tak bisa turun dan menyaksikan langsung itu benaran bunga bangkai atau bukan. Dan berhubung tumbuhan tersebut tampaknya tidak berbahaya bagi orang-orang, maka perjalanan pun dilanjutkan.

Demi menghindar dari menyimak obrolan orang-orang di taxi yang tak sepatutnya saya dengarkan seperti yang pernah terjadi beberapa bulan lalu, saya pun pakai headset dan memutar playlist di hp. Ademmm. 

Yang bikin tak adem hanya 1: jalanan sepanjang Desa Peniti Kabupaten Sekadau sampai dengan simpang Tayan, wuiiih rusak berat. Entah sampai kapan jalan yang katanya jalan provinsi ini dibikin mulus lagi. Semoga segera deh ya. Seperti jalanan selepas simpang Tayan yang sudah rapi jali, sangat enak dilewati.

Jalan Tayan

Perjalanan dari Sekadau ke Pontianak makan waktu sekitar 6-7 jam. Kemarin itu kami berangkat pukul 10.30 pagi, kemudian pukul 14.00 singgah makan siang di Rumah Makan Doa Bundo di Jalan Raya Tayan simpang Sosok, kabupaten Sanggau, dan melanjutkan perjalanan sampai ke Pontianak.

Di tepi jalan tayan ada beberapa warga setempat yang buka lapak. Tergantung apa yang lagi musim. Kemarin, Kak Citra sempat mampir sebentar ke lapak rebung. Biasanya kalo lagi musim durian, ibu dan bapak saya juga suka mampir beli durian :D

Kak Citra dan suami lagi beli rebung

Hari kamis saya ke Pontianak, hari kamis pula saya kembali ke Sekadau. Perjalanan pulang tak sempat saya rekam sama sekali. Efek antimo obat anti mabok sungguh manjur, saya tidurrrr nyaris sepanjang perjalanan hehehehe.

Baiklah. Last but not least, sedikit tips untuk teman-teman yang akan lakukan perjalanan jauh, terutama kalau tidak gunakan kendaraan pribadi:
  • Bawa selalu headset karena kita tak tau akankah lagu yang diputar oleh mamang supir sesuai dengan selera kita atau tidak. Kalau sesuai, headset tak perlu dipakai. Kalau tidak, ya tinggal putar playlist sendiri deh.
  • Jikalau sekiranya akan melewati jalanan yang tak mulus seperti jalan sepanjang Sekadau ke simpang Tayan, sebaiknya minum obat anti mabok setengah jam sebelum perjalanan.
  • Bawa kamera, minimal kamera hp deh. Jadi kalau ada kejadian-kejadian unik sepanjang perjalanan, bisa segera ditangkap momennya :D

Segitu saja dari saya. Ada tambahan? Monggo ditambahi yaa :)
Read More

Thursday, March 22, 2012

Tentang Kritik

"Semoga Allah memberi kerahmatan kepada seseorang yang memberitahu terhadap segala aib diriku" - Umar bin Khattab

Rambut boleh sama hitam, isi pikiran belum tentu samasama ungu *lohh*.

Begitulah. Setiap kita punya selera dan sudut pandang berbeda untuk sesuatu. Mulai dari topik politik, tingkah polah manusia, penampilan teman sendiri, cara mengambil keputusan, hasil masakan, melodi sebuah lagu, isi blog, semua hal. Maka, perbedaan adalah sunnatullah. Perbedaan itu seperti pelangi. Perbedaan tersebutlah yang membuat hidup kita jadi lebih indah, dinamis, penuh tantangan, tak melulu begitu-begitu saja.

Dengan perbedaan pandangan pulalah, kadangkala muncul keinginan untuk mengkritik. Kalau sudah dikritik, kata Pak Jonru Ginting, reaksi alamiah yang kita rasakan adalah emosi. Masih belum banyak yang bisa seperti Sayyidina Umar bin Khattab, yang ketika diberitahu tentang aibnya (baca: dikritik), justru mendoakan supaya Allah memberikan rahmat kepada yang mengkritik.

Saya pun pernah merasakan tidak enaknya dikritik. Apalagi kalau kritikan yang muncul akibat sentimen pribadi. Beuuh, malesin banget. Nevertheless, kita memerlukan kritik untuk perbaikan diri. 

Nah, yang harus kita perhatikan dalam kritik mengkritik adalah bagaimana supaya kita bisa menyampaikan kritik dengan asyik. Berikut beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan ketika memberi kritik supaya orang lain tidak langsung tersinggung:

1. Niatkan karena Allah.

Innama a'malu binniyaat, jika diniatkan karena Allah, maka akan baik hasilnya. Mengkritiklah dengan cinta, dengan tujuan sematamata karena ingin melihat orang yang dikritik menjadi lebih baik. Kritik itu sifatnya membangun, jadi urungkan saja niat mengkritik kalau hanya untuk menjatuhkan.

2. Perhatikan tempat

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang mau dipermalukan. Mengkritik di ruang privat: face to face, e-mail to e-mail, sms to sms, atau by phone, lebih elok daripada mengkritik di depan umum.

3. Diksi atau pilihan kata

Gunakan kalimat yang santun dan enak didengar. Daripada langsung berkata: "Blog kamu jelek ah warnanya, kesannya childish", lebih baik "Kalau diganti pake warna ungu muda kayaknya blog ini bakal jadi lebih mature deh". Eaaaa, contoh apa-apaan ini :p

Tak adalah salahnya juga mengawali kritik dengan pujian, dan menutupnya dengan pujian pula. Kalau kata pak Jonru, namanya kritik ala sandwich. 

Contoh: Joko, saya tahu kamu seorang pemuda yang baik hati. Saya tahu kamu bermaksud membantu orang tersebut. Tapi kalau boleh memberi saran, alangkah baiknya bila kamu memberikan bantuan dengan cara yang lebih santun. Kemarin saya lihat, cara yang kamu lakukan justru membuat orang-orang tersebut merasa tersinggung. Namun bagaimanapun, saya mengagumi sifat kamu yang sangat dermawan. Salut deh!

4. Posisikan diri dengan tepat

Kadangkala ketika mengkritik, orang yang kita kritik HARUS menerima kritikan. Otoriter sekali yah. Padahal, kalau kelewat ngoto seperti itu, orang lain malah jadi malas bahkan untuk sekedar mendengar saran kita. Sebaiknya, posisikan diri sebagai orang yang memberi masukan. Jadi, terserah orang tersebut mau menerima kritikan atau tidak.

5. Pahami latar belakang tindakan seseorang

Bila kita mengkritik lalu orang tersebut melakukan pembelaan, hargailah pembelaan dia. Bahkan kalau misalnya kita tidak setuju pada pembelaan dia, awalilah "serangan balik" dengan sebuah kalimat yang berisi penghargaan atau pujian terhadap apa yang dia ucapkan. Setelah itu, lanjutkan dengan kritik berikutnya.

6. Kuasai permasalahan

Berpendapat memang hak semua orang. Tapi kalau sudah berpendapat pada hal yang tidak kita kuasai, yang muncul malah kesalahpahaman, bikin masalah jadi makin ribet. Makanya di twitter, ketika akan sharing artikel, saya sesekali mengingatkan: Read first sebelum komentar, daripada #asalmangap :D

7. Fokus

Spesifiklah ketika akan mengkritik. Mau mengkritik tindakan, kalimat, atau penampilan? Jangan sampai lost focus. Mentang-mentang terlanjur tak suka dengan orang/lembaga/organisasi, bawaan pengen dikritik terus deh.

8. Senyum

Dalam mengkritik, senyuman berfungsi untuk menghindari ketegangan. Tentunya senyuman yang ikhlas. Kalau pake senyuman sinis sama aja bohong *ngomong sama diri sendiri :p*

Jika suatu hari kita dikritik, baik dengan kritik yang beretika atau kritik yang diselipi sentimen pribadi, berprasangka baik sajalah. Kita dikritik karena kita lovable, kita disayang oleh yang mengkritik. Kata suami saya, orang yang menyayangi akan senantiasa memberi nasehat terbaik, agar yang disayang selamat dunia akhirat :) 

Demikianlah tentang kritik mengkritik. Tulisan ini adalah #ntms alias note to myself alias self-reminder.

Punya cara sendiri untuk mengkritik dengan asyik? Tambahi di kolom komentar yaa..



Read More

Tuesday, March 6, 2012

Sinka Island

The beauty of Sinka Island. 

Sometimes we are confused about choosing the place to go relax. It seems thatno more places to visit. Not for this holiday, because we are going tointroduce you one of the new recreation place that you should try to visit. Ifyou are bored going to the places that you always go to spend your holiday, forexamples Pasir Panjang beach, Samudera Indah beach, and Gosong beach, so Sinkabeach can be your new alternative place for having recreation with your friendor your family.

Sinkabeach is located in Sedau. There is a mosque in front of the way to reach thebeach. Just go ahead about 15 minutes, then you will find the beautifulpanorama of Sinka beach. Sinka beach is not like the ordinary beach that you’veever gone. It’s very beautiful beach. The beach is very clean. You will find nothrash there. Only a few people have gone there. Because of it, it’s also aquiet beach. The sand is also white like Pasir Panjang’s. At the beach, thereis a path that you can walk to so you ca get to the ideal place to enjoy thesightseeing there. If you stand at the end of the path, you will get a greatfeeling and feel an indescribable experience. You can relax and forget anyproblems that you have. You will forget all the stresses in your head.

Thewater is clean and it has a few rocks, so you can swim there freely withoutbeing worried that your adventure when you are exploring the depth will bebothered by rocks. There are many places that sell food and drinks so if youare tired swimming, you can rest there. Besides enjoying the sightseeing of thebeach, you also can also find and have fun with many kinds of animal there.Yes, there is a zoo at Sinka beach. There are many animals you can see. You cantake some pictures of the unique animals or if you are afraid standing near tothe animals, you can take pictures of some animal’s statues there.

If youare curious about the place, then what are you waiting for? Prepare yourself tohave a holiday one or two days there, and have the experience.


Written by: Frenky, published in this blog with his permission on  February 28, 2012. at 9.47pm
Read More

Wednesday, February 22, 2012

Persiapan Akad Nikah dan Walimah (Resepsi)

Photo by: Shafa Photography

Menikah itu ibadah, menggenapkan setengah dien, sekolah jangka panjang, dan berbagai keistimewaan tentang menikah sudah sering saya paparkan di blog ini. Semua umat Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam mendambakan hadirnya momen yang diharapkan sebagai momen sekali seumur hidup ini. Tentu saja, the precious moment of life ini harus berlangsung sesuai syari'at agama, sakral, tertata rapi, lancar sampai dengan selesai. Sebab itulah tulisan ini saya publish. Untuk berbagi pengalaman pribadi tentang persiapan menuju hari bahagia.

Segera setelah teman-teman resmi dikhitbah (dilamar), lakukanlah persiapan sematang mungkin. Persiapan menuju hari bahagia ini saya bagi menjadi 2: Pertama, persiapan untuk prosesi Akad Nikah. Kedua, persiapan di acara walimah atau resepsi pernikahan.

PERSIAPAN PROSESI AKAD NIKAH

Ada 5 poin yang menurut kami *saya dan suami* penting untuk dimasukkan ke dalam daftar checklist:


Calon mempelai pria dan wanitanya tentu sudah ada kaan? Bagoooeesss d^.^b. Setelah itu, tentukan siapa yang nanti akan menjadi wali nikah, akankah ayah, saudara lelaki, kakek, atau diwakilkan ke penghulu. Kemudian, bicarakan juga siapa yang akan ditunjuk menjadi 2 orang saksi. Baru deh yang terakhir ijab qabul yang akan dilaksanakan pada hari pernikahan dilaksanakan. Calon mempelai pria boleh deh latihan ucapkan lafadz ijab dari sekarang.

2. Mahar

Hal pertama adalah menentukan apa yang akan dijadikan mahar. Yang bisa dan biasa dijadikan pilihan untuk mahar antara lain: cincin, uang tunai, emas, hafalan Al-Qur'an, atau seperangkat alat shalat. Apa saja boleh asalkan wajar dan tidak berlebih-lebihan. 

Kalau teman-teman memilih cincin sebagai mahar, dan ingin memesan sepasang cincin, pastikan dulu cincin yang akan dipakai mempelai pria tidak terbuat dari emas. Pembahasan komplitnya bisa dibaca di wedding blog kami. Untuk mempelai wanita, kalau semisal pesan cincin 3 bulan sebelum hari pelaksanaan akad nikah, berusaha keraslah untuk menjaga berat badan supaya cincin tidak sempit atau malah jadi longgar ketika akan dipasangkan ke jari. Pengalaman saya, waktu pesan cincin, diameternya digedein dikit. Biarlah longgar asal tidak sempit. Dan ternyata pemirsah, ketika hari akad nikah cincinnya jadi pas. Pertanda saya mengalami penambahan berat badan ._. Jangan ditiru yaa..

3. Administrasi

Kalau jodoh takkan kemana, pasti ke KUA. Nah, makanya urusan ini termasuk yang paling penting dalam pernikahan karena berkaitan dengan waktu, tempat, dan persiapan teknis prosesi akad nikah. Apa saja yang harus disiapkan supaya pernikahan teman-teman dicatat negara? Bagaimana prosedurnya? Silahkan dibaca di wedding blog kami: mengurus surat nikah di KUA.

4. Catering

Sebetulnya kalau 3 poin di atas sudah terpenuhi, sudah bisa melangsungkan akad nikah. Karena pada dasarnya menikah itu mudah. Namun, berhubung di akad nikah tentulah kita mengundang sanak saudara, kerabat, sahabat dan handai taulan, tak elok rasanya kalau tak dijamu dengan makanan. Jangan lupa persiapkan ya. Untuk catering, bisa sekaligus dengan paket catering walimah.

5. Lain-lain

Yang ini banyak cabangnya nih karena berkaitan dengan teknis dan pelaksanaan prosesi akad nikah. Kami sepakat menempatkannya di poin 'lainlain' karena memang tidak wajib dalam syarat sah menikah. Apa saja? 
  • MC. Biasanya ini dipersiapkan oleh panitia pernikahan. Sebagai calon pengantin, tak ada salahnya ikut cek dan ricek siapa yang akan memimpin jalannya acara penting teman-teman nanti. Siapkan dari jauh-jauh hari yaa.
  • Qori' dan saritilawah. Biasanya pembacaan ayat suci AlQur'an ada dalam rangkaian acara akad nikah. Silahkan disiapkan seorang qori' dan saritilawah. Untuk daftar ayat sekaligus terjemahannya boleh teman-teman copy dari wedding blog kami: Tilawah dan Terjemah di acara akad nikah.
  • Khutbah Nikah. Maka yang dipersiapkan adalah khatib yang akan menyampaikan khutbah.
  • Pembaca Doa. Biasanya dijadikan serangkaian dengan khutbah nikah.
  • Adat dan Budaya. Poin yang 1 ini sepertinya sulit sekali dilepaskan dari kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya. Jika teman-teman menginginkan adanya tambahan acara seperti ini di pernikahan, pastikan bahwa acara ini tidak 'menodai' keberkahan akad nikah. Penjelasan mengenai ini bisa dibaca di halaman wedding blog kami :)
Oke. Persiapan akad nikah, well done. Kalau masih ada yang kurang, silahkan ditambahi sendiri yaa. Sekarang kita ke persiapan kedua yang tak kalah pentingnya.

PERSIAPAN WALIMATUL 'URSY

Rasulullah shollallhu 'alaihi wasallam bersabda: ”Adakanlah walimah meski hanya dengan menyembelih seekor kambing.” (Muttafaqun’alaih).

Sebagaimana yang pernah saya tuliskan 2 tahun lalu, walimah masa kini tidak sesimpel jaman dulu. Buanyaaak cengkoneknye kalo kata orang melayu Pontianak. Di sini akan saya coba buatkan listnya, masih berdasarkan pengalaman pribadi.

1. Kepanitiaan

Jangan sepelekan poin penting ini. Karena panitia-lah yang akan bertanggung jawab di pos masing-masing serta membantu kelancaran acara akad nikah dan walimah. Untuk contoh template susunan panitia, silahkan dicopy-paste dari wedding blog kami.

2. Tempat Resepsi

Tentukan dimana teman-teman akan melangsungkan resepsi pernikahan. Kalau memilih di gedung, segera pilih gedung apa yang akan digunakan, kemudian cari nomor telepon kantor gedung tersebut. Kalau perlu, langsung datangi saja sekretariat gedung yang akan dipakai. Tanyakan whether or not gedungnya occupied di tanggal resepsi teman-teman. Kalo kosong, segera booking. Begitu juga kalau memilih untuk gelar resepsi di hotel. Pengalaman kami pribadi, gedung *waktu itu pake Rumah Melayu Kalbar* sudah full-booked sampai dengan 6 bulan ke depan. Jadi, bersabarlah kalo memang perlu lakukan survey sana-sini untuk urusan gedung.

Dalam memilih gedung, teman-teman juga perlu teliti. Pastikan gedung yang dipilih memiliki fasilitas lengkap seperti lahan parkir yang luas, kapasitas yang memadai dengan jumlah undangan, AC dan souns system, lokasi yang strategis, dan detail-detail lain yang bisa ditanyakan langsung ke penanggung jawab gedung pilihan teman-teman.

Biaya sewa gedung bervariasi, berkisar antara Rp. 2 juta sampai belasan juta. Tergantung kapasitas dan fasilitas yang disediakan.

3. Kostum

Kostum juga menjadi unsur penting di acara resepsi maupun akad nikah. Kalau punya budget lebih dan sempat merancang kostum sendiri, buat design dari jauh-jauh hari. Pilih designer dan penjahit langganan yang terpercaya. Tapi kalau teman-teman memilih untuk sewa kostum saja, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan terlebih dahulu Rumah Mode atau butik mana yang akan dipilih. Setelah melihat-lihat kostum dan melakukan fitting, yang berikutnya harus dijaga adalah berat badan (lagi). Ga keren kan ketika fitting bajunya pas, di hari pernikahan bajunya malah jadi ketat dan nempel di badan.

Selain itu, pastikan juga dari awal tentang biaya, apakah nanti di kemudian hari rupanya ada penambahan biaya untuk pos-pos kostum lain: kostum pagar ayu, kain songket untuk ayah pengantin *biasanya pengantin melayu pake nih*, atau seperti yang baru-baru ini dialami salah seorang teman, ada penambahan biaya kalo sewa kostum yang baru dibeli karena menjadi pelanggan pertama yang memakai. Jadi, tanyakan dan sepakati hal-hal detail dengan penanggung jawab kostum.

4. Paket make-up dan dekorasi

Di daerah lain mungkin make-up, dekorasi, dan kostum terpisah ya. Kalau di Pontianak, paket make-up dan dekorasi digabung dengan kostum. Penanggung jawabnya disebut Mak Penganten. Sebaiknya utamakan memilih perias yang berpengalaman. Minta rekomendasi dari teman atau saudara yang sudah berpengalaman untuk urusan ini. Hal penting dari poin ini adalah: memastikan perias yang dipilih HANYA melayani 1 pengantin saja untuk 1 hari. Karena pernah kejadian, anak temannya ibu saya kedapatan perias yang melayani 2 pengantin dalam 1 hari. Akibatnya, hasil riasan tidak maksimal, dan pelanggan kecewa.

Begitu pula dengan dekorasi. Kalau pengen pake tema tertentu, pilih temanya dari sekarang. Sampaikan dengan jelas konsep seperti apa yang teman-teman inginkan. Mintakan contoh foto dekorasi yang pernah dibuat sebelumnya. Jangan lupa untuk ikut cek dan ricek hal-hal detail. Anyway, soal dekorasi ini, sebaiknya percayakan saja vendor dekorasi itu sendiri :)

Biaya kostum + paket make-up dan dekorasi berkisar antara Rp. 7 - 40 juta. Tergantung seberapa banyak baju yang akan digunakan, lokasi resepsi, dan luas ruangan yang akan didekor.

5. Catering

Urusan catering tergantung di mana lokasi resepsi akan diadakan. Kalau diadakan di hotel, maka paket catering akan langsung disediakan oleh pihak hotel. Tapi kalau di rumah atau di gedung, artinya paket catering akan masuk dalam daftar checklist berikutnya.

Kalau dulu orang adakan resepsi cukup dengan menyajikan 1 jenis makanan, sekarang minimal 2 atau 3 jenis. Biasanya ditambah eskrim pula. Karena itu, sebaiknya pilih penyedia layanan catering yang bersedia menyiapkan berbagai menu sekaligus.

Biaya catering ini termasuk pos pengeluaran paling besar, mulai dari Rp. 20 juta - Rp. 100juta-an. Fantastis yaa. Tapi tenang saja, masih bisa dikurangi kok, tergantung jumlah orang yang akan diundang.

6. Undangan

Kartu undangan sebaiknya disiapkan selambat-lambatnya sebulan sebelum pernikahan. Karena, untuk mengurus kartu undangan, apalagi kalau banyak yang akan diundang, diperlukan waktu sekitar 1-2 pekan untuk design, cetak undangan, dan menempelkan stiker addressee. Kalau mau pake undangan yang sudah ada templatenya juga bisa. Tapi kalau teman-teman ingin undangannya didesign khusus, boleh menggunakan jasa design suami saya hehehe *sekalian promo* :p

Berkaitan dengan undangan, persiapkan juga daftar nama orang-orang yang akan diundang dari jauh-jauh hari supaya nanti tidak repot. Untuk menghindari ada 2 nama yang sama dalam daftar, buatlah category list kemudian cocokkan dengan daftar nama calon pasangan dan orang tua masing-masing.

Biaya design + cetak undangan berkisar antara Rp. 500.000 - Rp. 5 juta. Sekali lagi, ini tergantung jumlah undangan dan bentuk undangan macam apa yang dipilih.

7. Dokumentasi

Kostum yang teman-teman pakai, dekorasi yang megah membentang, senyuman bahagia kedua mempelai, semuanya akan diabadikan dalam kamera dan video. Jika makanan hanya akan dimakan hari itu saja, undangan pada akhirnya berakhir di tempat sampah *kecuali undangan yang bisa dimanfaatkan*, tidak demikian halnya dengan dokumentasi. Maka dari itu, pilih jasa dokumentasi terbaik supaya kelak hasil akhirnya tidak mengecewakan. Ini buat disimpan selamanya loooh...

Momen yang didokumentasikan tidak hanya prosesi akad nikah dan walimah saja, pertimbangkan juga untuk membuat dokumentasi pasca menikah. Pra-wedding tidak kami sarankan karena belum halal. Daripada pra-wedding, mendingan menikmati post-wedding session saja yaa. Baru deh nanti melihat hasilnya di wedding book :D

Biaya dokumentasi (untuk paket wedding book + outdoor) berkisar antara Rp. 3 juta - Rp. 7 juta.

8. Souvenir

Pilih souvenir yang murah meriah supaya bisa beli dalam jumlah banyak. Kalau semisal teman-teman mengundang 1000 orang, jangan beli souvenir 1000 juga. Persiapkan souvenir cadangan. Ini untuk mengantisipasi 2 kemungkinan: pertama, jatah souvenir untuk keluarga dan teman yang telah membantu jalannya acara; kedua, kadangkala ada beberapa tamu yang mengambil souvenir lebih dari 1. Mau dilarang ga enak, dibiarin takut souvenirnya kurang. Serba salah..

Kalau ga mau keluar uang lebih untuk beli souvenir cadangan, mungkin bisa disiapkan pagar ayu yang agak sangar dikit kali yaa hehehe..

Biaya souvenir berkisar antara Rp. 1 juta - Rp. 5 juta. Tergantung jenis souvenir dan jumlah souvenir yang akan dibeli.

9. Hiburan

Last but not least, entertainment. Sama seperti poin lainnya, yang 1 ini juga harus disiapkan jauh-jauh hari. Jangan sampai seperti kejadian temennya suami saya, gara-gara grup nasyid pilihannya sudah kami booking duluan, acara resepsinya jadi diundur sampai 1 pekan berikutnya. Sungguh keren grup nasyidnya hehe.

Biaya hiburan berkisar antara Rp. 1 juta - Rp. 2 juta. Bisa lebih mahal, bisa juga lebih murah. Tergantung jenis hiburan yang dipilih.

Well done. Itulah beberapa poin yang bisa teman-teman pertimbangkan sebagai persiapan akad nikah dan walimah. Boleh ditambah, boleh juga dikurangi. Sesuaikan dengan budget dan selera masing-masing.

Setelah menjumlahkan total biaya dari rincian yang saya berikan di atas, jangan langsung patah semangat dengan budget yang saat ini teman-teman miliki. Percayalah, janji Allah itu pasti, tak mungkin diingkari.

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS: An-Nur: 32).

Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam menguatkan janji Alloh itu dengan sabdanya, yang artinya: "Ada tiga golongan manusia yang berhak Alloh tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". (HR: Ahmad 2: 251, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2: 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anhu).

Semoga bermanfaat. Kalau sudah sah menikah, kabar-kabari saya juga yaa :D
Read More

Saturday, February 11, 2012

Coincidence

Coincidence?


Dan di sisi-Nya lah kunci-kunci keghaiban, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia semata. Dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan lautan. Tiada sehelai daun pun gugur, melainkan Dia mengetahuinya; dan tidak pula sebutir biji di kegelapan bumi, dan sesuatu yang basah dan kering, melainkan (telah tertulis) di Kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh).” (Al An’aam: 59).


Demikianlah, Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Jika Dia telah menetapkan suatu perkara, cukuplah Dia mengatakan, ‘Jadilah,’ maka jadilah (perkara itu).” (Ali Imran: 47).


Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah menetapkan takdir atas segala sesuatu.” (At Thalaaq: 3).


Ayat-ayat di atas adalah beberapa firman Allah dalam Al-Qur'an yang menyatakan bahwasanya di kehidupan dunia yang fana ini, kata 'kebetulan' atau 'coincidence' hanya berlaku untuk para manusia saja. Bagi Allah, tak ada satu pun yang kebetulan. Begitu pula dengan nama lengkap saya dan suami.


Nama lengkap saya, sesuai dengan yang tertera di akta kelahiran, kartu keluarga, KTP, maupun buku nikah adalah Dini Haiti Zulfany. Saya ingat ketika SD, waktu buku tulis saya masih dituliskan sama bapak, bapak menulis Zulfani *pake i, bukan y*, dan saya protesss. Begitu juga kalo ada mahasiswa/i yang keliru tuliskan nama lengkap saya di kartu kehadiran, mesti saya betulkan. Well, some people may say apalah arti sebuah nama. Tapi tidak bagi saya. Nama adalah doa, bermakna, sebuah identitas, sebuah pemberian berharga dari orang tua. Maka, ketika suatu hari saya tumbuh dewasa, dijumpakan dengan seorang pria bernama Abang Priana Ashri *sesuai akta kelahiran, kartu keluarga, KTP maupun buku nikah*, terjadilah apa yang Allah kehendaki. Menikahlah kami berdua, hehe.


Di awal pernikahan, saya sama sekali ngga ngeh bahwasanya ada kemiripan dalam nama kami. Di pertengahan tahun pernikahan kesamaan ini saya temukan: Dini Haiti Zulfany & Abang Priana Ashri. Hitunglah, pada kedua nama ini terdapat 3 kata, dengan 7 suku kata, yang terdiri dari 16 huruf: 7 huruf vokal dan 9 huruf konsonan. Iya kan? 'Kebetulan' macam apaaa ini. 


Tapi bukan berarti kalo nama temanteman dan pasangan masing-masing tidak sama unsurnya lantas bukan jodoh donk ya. Kalo sudah sah ijab qabulnya, itulah dia jodohnya. Pasti ada kesamaan lain yang Allah jumpakan di unsur lain yang jauh lebih spesial daripada sekedar nama. Nama, hanya salah satu dari sekian banyak unsur yang kita sandang saja :)


Wallahualam bisshowwab.
Read More

Tuesday, February 7, 2012

Pantai Kijing

Saya di Pantai Kijing
Indonesia tercinta, negara agraris, negara maritim. Banyak sawahnya, banyak juga pantainya. Di Kalimantan Barat, pantainya lumayan banyak looh. Beberapa daftar pantai di Kalbar bisa teman-teman baca di blognya Eel Pecidasase yang sekitar setahun ini blognya jadi jauh lebih keren dan lebih update dari blog saya. Naaah, salah satu pantai yang belum lama ini saya kunjungi adalah Pantai Kijing

Suami di Pantai Kijing
Hari itu, 27 Desember 2011, saya dan suami memutuskan untuk pergi ke Mempawah. Rencananya sih mau ziarah ke makam kakek dan neneknya suami. Berhubung sudah lama saya ga main ke pantai, berinisiatiflah suami saya kebut teruuuus hingga 15 km ke arah utara kota Mempawah. Sampailah akhirnya kami ke Pantai Kijing. Meskipun menurut sebagian teman-teman saya Pantai Kijing bukanlah pantai yang worthed enough untuk dikunjungi, anyway ketika saya sampai di sana, Subhanallaah melihat lautan luas, angin meniup-niup jilbab biru saya yang serasi banget kan ya sama suasana pantai hihihi. Takjub rasanya.

Begitu nyampai sana, saya langsung minta difoto sama suami *bawaan profesi: mantan model. wkwkwk*. Walaupun cuman difoto pakai kamera ponsel, hasilnya lumayan oke dokeh kan? *winkwink* Kalo kata tante saya, sekilas mirip gambar yang biasa dipake buat di kalender hahaha. Di Pantai Kijing, tak lupa pula, supaya kayak anak gaul *halah* suami saya menuliskan nama kami di atas pasir, dan saya berpose seolah-olah saya sudah selesai menuliskannya. Huehuehehehe. Sungguh sesuatuh.


Menulis nama di pasir
Oh, saya baru tau rupanya pantai kijing ini dijadikan semacam track balapan motor. Hari itu tak ada orang balapan. Karena tidak ada jadwal atau karena sudah akhir tahun, atau karena hari itu bukan hari libur, I don't really know juga. Yang jelas, bagi kami track balapan ini sama sekali tidak mempengaruhi kebersamaan, kemesraan dan keromantisan kami. Cikicieew.

Sesudah berjalan berdua bergandengan tangan menyusuri pantai sembari menikmati hembusan angin siang hari, kami singgah ke kantin yang jual snack dan minuman. Kami pesan air kelapa langsung dari buahnya, supaya makin berasa suasana pantainya, dan sepiring rujak. Baru kali ini dah saya nemu pantai jualan rujak hueuehehe. Ternyata bumbu rujaknya lumayan enak looh. Untuk 1 buah kelapa dan sepiring kecil rujak yang enak itu, kami hanya membayar Rp. 15.000 saja. Lumayan laah daripada manjat kelapa sendiri kan.

Yak, sudah foto-foto, sudah jalan, sudah makan, sudah minum air kelapa, waktunya pulang. Kalau teman-teman suatu hari dikasi kesempatan untuk datang ke Kalimantan Barat, jangan lupa mampir ke Pantai Kijing yaa..
Read More

Tuesday, September 20, 2011

Mas, mas, jangan pake emas..

Photo taken by: Ivvan Fardyan

Wah, bulan ini banyak yang nikah ya. Bahagianyaaa. Semakin banyak yang laksanakan sunnah rasul, ibadah penyempurna setengah dien. Ya, menikah adalah ibadah, ibadah paling indah dan paling disukai ummat Rasulullah SAW. Ada sebuah riwayat: "Rasulullah saw. datang dan bertanya: apakah kalian yang mengatakan begini dan begini? Sesungguhnya saya lebih bertakwa dan lebih khusyu' kepada Allah swt. Di bandingkan kalian, akan tetapi saya tetap berpuasa dan saya juga berbuka, saya juga shalat dan istirahat (berbaring), dan saya juga menikahi perempuan, maka barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku maka dia bukan dari umatku". (Muttafaqun 'alaih, di sepakati oleh Bukhari dan Muslim).

Sayangnya, pernikahan masa kini sepertinya banyak sekali tuntutannya. Selain beberapa hal yang sudah pernah saya bahas di sini, tuntutan lainnya juga mau tak mau muncul dari masyarakat Indonesia yang masih enggan tinggalkan adat istiadatnya. Walaupun sebetulnya, adat istiadat itu bertentangan dengan hukum agama. Well, saya memang tidak ahli untuk urusan fiqih atau yang beginian. Tapi paling tidak, untuk tulisan kali ini, saya merujuk kepada ahlinya, mencari referensi hadits-hadits shohih yang mudah-mudahan bisa menambah khazanah kita tentang fiqih :D

Ada beberapa perkara yang sangat saya sayangkan dalam pernikahan di masyarakat sekitar yang seharusnya berjalan sakral, khidmat, bernilai ibadah di mata Allah, tapi 'terpaksa' dicampur adukkan dengan hal-hal tak perlu, bahkan tak jarang perkara yang kita sudah tau hukumnya haram. Contoh yang umum adalah cincin kawin.

Dalam sebuah pernikahan, tak afdhol rasanya kalau tak ada prosesi pemasangan cincin kawin, bahkan tukeran cincin. Dan sayangnya, cincin yang dipake biasanya emas. Nah, lakilaki pakai emas kan haram. Bukan saya yang bilang, tapi Rasulullah: Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.” (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih). Pembahasan komplitnya bisa dibaca sendiri di sini dan sini.

Sayang sekali kan kalau ibadah yang nilainya sama dengan separuh agama harus ternoda nilainya dengan perkara haram. Rugi aja gitu ya rasanya kalo sampai jadi tak berkah, atau berkahnya berkurang akibat suatu hal yang kita sudah tau hukumnya, tapi masih kita laksanakan :( Yah, semoga saja yang sudah terlanjur pake emas di hari akad nikahnya, waktu itu belum tau tentang hukum pakai emas untuk lelaki, dan kalaupun sudah tau, semoga diampuni Allah dan tetep diberkahi pernikahannya. Yang belum akad nikah tapi sudah berencana akan ada prosesi tuker cincin, ayoo coba bujuk lagi orang tuanya dan kasi pengertian ke mereka sekali lagi, oke. Atau, kalopun emang pengen menjadikan itu sekedar sebagai simbol pernikahan, yang lakilaki cincinnya jangan yang terbuat dari emas :D

Selain tukeran cincin, adat lain yang bertentangan dengan syariah Islam adalah prosesi tepung tawar. Kalo tentang ini, sebelum menikah dulu rupanya suami saya *waktu itu masih calon* sudah browsing sana sini. Maklum, kami berdua samasama dari suku melayu yang kalo adakan akad nikah, umumnya orang pake adat tepung tawar atau cucur air mawar. Maka, demi mencegah terjadinya campur aduk sunnah dalam pernikahan kami kala itu, dikasi deh beberapa artikel ini ke keluarga kami:
1. Jangan buat sunnah gado-gado
2. Hukum upacara tepung tawar
3. Video upacara tepung tawar yang ternyata aslinya dari Hindu

Itulah beberapa hal tentang pernikahan yang telah kami jalankan. Alhamdulillaah, ketika akad nikah kami, tak ada prosesi tukeran cincin. Hanya saya yang pake cincin. Bisa liat sendiri di foto di atas kan, tangan suami saya ga pake cincin hehehe. Dan juga, prosesi cucur air mawar yang tadinya keukeuh pengen ibu saya laksanakan, berhasil dicegah dengan bujuk dan rayuan maut calon mempelai pria yang saat ini telah menjadi suami saya :D Alhamdulillaah yaa..

Kami doakan, semoga teman-teman yang dalam waktu dekat berencana menikah, prosesi pernikahannya lancar, bebas dari campur aduk adat istiadat yang dalam syariah Islam hukumnya haram, serta penuh berkah. Pernikahan yang penuh berkah akan membawa berkah pula bagi sekeliling kita, tak hanya untuk kedua mempelai saja, Insha Allaah :)
Read More

Friday, July 1, 2011

Bisa masak bukan syarat menikah

Sama sekali tak pernah terlintas dalam imajinasi kami berdua bahwa suatu hari dalam rumah kami, akan tersedia makanan seperti bubur padas, roti cane, sayur ini dan itu dan lain-lain. Ternyata, tak perlu dimasukkan dalam imajinasi, langsung saja dibuat, dan voila! Tersedialah makanan-makanan tersebut di rumah kami hahaha...

Well, duluuuu banget, waktu saya masih kentara labilnya, saya sempat pusing memikirkan diri saya yang belum bisa masak. Sampai meluangkan waktu untuk bikin tulisan panjang tentang itu!! Dan terbukti, perkataan saya tentang "Alasan utama wanita harus bisa memasak adalah untuk suaminya" memang benar. At least, sekarang ada beberapa jenis masakan yang bisa saya masak :D

Saya teringat ketika ngobrol-ngobrol dengan salah seorang dosen saya, Ibu Wardah. Waktu itu beliau bilang, buat nikah itu ga usah lah wanita khawatir sudah bisa masak atau belum. Ga nikah-nikah ntar. Setelah nikah juga Insya Allah akan bisa. Campurin aja semua bumbu yang ada di dapur, bakalan enak kok hahaha. Gitu kata beliau. Dan tante saya juga bilang, setelah punya suami, ada semacam perasaan ga rela kalo ngeliat suami makan di luar. Maka, saat itu juga muncul motivasinya untuk sediakan makanan buat suami. It's better to be a bit late than never, kan?

Nah teman-teman baik pria maupun wanita, janganlah menjadikan 'belum bisa masak' sebagai alasan untuk menunda-nunda pernikahan. Ah, ngga banget deh alasan kayak gitu hihihi. Persiapan untuk itu memang perlu. Dan hampir semua pria di dunia ini senang dengan wanita yang pandai memasak. Tapi percayalah teman, bisa memasak itu bukan syarat untuk menikah. Bisa memasak adalah sedekah untuk menunjang kebahagiaan dalam rumah tangga, Insya Allah :)
Read More

Tuesday, April 19, 2011

Post Wedding Session

Photo by RF


Alhamdulillah. Setelah menanti hampir 3 bulan, akhirnya kesampaian juga Post Wedding photo session kami. Walaupun berat badan kami berdua kian bertambah, hajarrrr sajaaa. Saya pribadi yakin, ga bakalan kentara deh. Pasti bisa ditutupin. Contohnya ya foto di atas itu, salah satu pose favorit saya hehehehe..

Foto yang di atas itu adek saya yang motret. Selain bareng Shafa Photography, adek saya yang memang lagi belajar photography juga membawa 1 temannya *sebut saja Ramadhan, nama sebenarnya* untuk mengabadikan momen yang dinanti-nanti ini. Bayangin aja, tadinya mau photo outdoor itu setelah akad nikah. Cuman, rupanya waktu itu di hari yang sama, Shafa Photography ada job motret di resepsi pengantin lain, yang ternyata adalah murid les Bahasa Inggris saya. Ajiib kan murid saya, nikah duluan.

Maka, bang Ivan selaku bosnya Shafa Photography pun menyatakan bahwa untuk sesi foto outdoor, kami bebas pilih hari. Sesempatnya kami, kata beliau. Nah, setelah menyesuaikan jadwal sana sini *padahal yang sibuk malah fotografernya hehe* akhirnya dipilihlah Senin, 18 April 2011 kemarin. Sangat pas untuk ajak serta adik saya karena dia lagi libur dalam rangka UAN. Jadi deh kami berangkaaat.

Alhamdulillah, cuaca sangat mendukung. Pagi sampai siang cerah, secerah hati kami berdua yang pagi kemarin berasa akan melangsungkan akad nikah lagi hehehehehe. Kami pake setelan kebaya putih, tapi beda dari setelan akad nikah kemarin. Yang spesial dari sesi post wedding ini: Kami memilih make-up natural supaya lebih orisinil :D

Dimulailah perjalanan menuju lokasi pemotretan. Sempat kaget waktu nyampe di daerah yang biasa sekedar saya lewati waktu selesai olahraga pagi. Betapa mata fotografer itu sangat lihai ya. Area yang bagi orang awam barangkali hanya nyaman untuk berjualan, numpang berteduh kala hujan, atau bahkan sekedar buat parkir kendaraan, ternyata jadi begitu indah saat ditangkap oleh kamera fotografer dengan jiwa seni tinggi. Sangat salut pada mereka berlima yang tadi keringatan ambil semua pose kami. Melihat sebagian hasil foto yang ada, alhamdulillah lumayan hilang rasa pegal di kaki.

Saya membayangkan, jika di tempat yang relatif 'biasa-biasa saja' dan sudah agak dicemari oleh tangan jahil manusia saja hasil foto bisa sebagus itu, bagaimana kalau berfoto di area terbuka lainnya seperti pantai, gunung, hutan dan sungai yang masih terjaga? Anyway, kembali teringat kata bang Ivan tadi. Peralatan hanyalah penunjang. Orang di belakang peralatan itulah yang sangat penting.

Dari sesi post wedding kemarin kami belajar, peralatan secanggih apapun tak kan bisa mengalahkan 'peralatan' ciptaan Allah :) Oh, dan juga satu lagi, bahwa pacaran setelah menikah itu sungguh ajiib :D

Btw, ini hasil copy dari wedding blog hehehe.
Read More

Tuesday, April 5, 2011

Air mata bapak

Wow, sudah lama sekali saya vakum menulis. Apa karena sudah menikah? Ah, ga usah cari-cari alasan deh dini. Dari dulu sejak sebelum menikah juga saya sering males nulis kok hehehehe. Yayaya baiklah. 'Malas' adalah alasan saya lama tak muncul di blog ini.

Anyway, sebagaimana yang saya janjikan di postingan saya sebelumnya, kali ini akan saya ceritakan pekan-pekan pertama kami menjalani rumah tangga. Karena ini saya yang nulis, maka saya hanya akan menuliskan yang saya rasakan. Sedangkan suami saya? Biarin aja dia nulis sendiri. Punya blog juga kok. *Ayooo ayooo mari kita nulis lagi pak Priana Ashri*

2 pekan setelah akad nikah dan walimah, saya dan suami masih di Pontianak. Kenapa di Pontianak? Salah 1 alasannya adalah karena sepekan setelah walimah, bapak dan ibu saya harus terbang ke Malang untuk ujian tesis mereka. Maka, kami pun temani 2 adik saya di Pontianak. Konsekuensinya, kami lebih banyak habiskan waktu dengan wisata kuliner. 2 pekan pertama belum ada masakan spesial yang saya sajikan untuk suami selain kopi radix setiap pagi. Oh, dan juga sepiring spaghetti.

Sepulangnya bapak dan ibu saya dari Malang, kami sudah siap pindah ke Sekadau, ke tempat di mana saat ini suami saya menjalankan usahanya. Nah, di sinilah atmosfir hati saya mulai berubah. Berubah jadi jauh lebih mellow. Belum ada gambaran sama sekali tanah baru yang akan saya pijak setiap hari nanti. Suasana seperti apa yang akan saya hadapi, juga belum tergambar dengan jelas tiap kali saya memikirkan akan pindah. Sedih, sangat amat sedih saat itu. Bercampur baur.

Sedih karena ini adalah pertama kalinya saya akan hidup jauh dari orang tua saya, adik-adik saya, para sahabat saya, semua yang saya cintai dan mencintai saya. Seneng juga iya, rasa syukur karena Allah menganugerahi saya dengan suami yang sabarnya luar biasa. Entahlah jadi apa saya sekarang kalau suami saya tak sesabar beliau. Jangan-jangan udah disuruh balik Pontianak. Kenapa eh kenapa?

Nah, hari pertama kami menuju Sekadau, keluarga saya ikut antar. Serumah ikut nganterin, ditambah tante saya dan 2 sepupu saya yang luculucu. Pulangnya, ya saya ditinggal donk. Di sini inilah momen yang amat sangat mengharukan bagi wanita yang baru 2 pekan menjadi istri, dan baru pertama kali injakkan kaki di tanah orang.

Ketika turun, keluar dari mobil, dada saya seperti akan meledak menahan tangis. Yang paling berat adalah menerima kenyataan harus pisah sama bapak. Begitupun bapak, paling berat pisah dengan anak-anaknya, apalagi pisah dengan saya yang satusatunya anak perempuannya. Ketika saya melambai, sedikitpun bapak tak kuasa menoleh. Ya, beliau tak mau saya melihatnya menahan air mata *ngetik sambil berkacakacaka hikzhikz*. Waktu itu, tidur siang pun saya masih bersimbah airmata. Bangun tidur, malah nangis lagi. My goodness. Betapa cengengnya ya.

Saya pikir, sehari itu saja saya akan semellow itu. Ternyata, besoknya lagi masih mewek. Malah kian menjadi karena bapak menelpon saya sambil nangis juga. Seumur hidup, rasanya baru kali itulah saya mendengar bapak nangisin saya. Saya yang *konon* sangat tegar ini, jadi ikut menangis juga, besok dan besoknya lagi. Sungguh terlalu. Terlalu mellow. Nah, bayangkanlah kalau suami saya tidak cukup sabar menghadapi kemellow-an saya. Allah memang Maha Adil kan ya...

Alhamdulillah, besoknya lagi saya sudah mulai berjalan di atas tanah. Kemarennya kan masih terbang-terbang gitu deh, belum benar-benar bisa menerima fakta dan realita bahwa saya telah tinggalkan Pontianak tercinta. Momen 'perpijakan kaki di atas tanah' itu kami gunakan untuk hunting barang guna ditempatkan di ruko tempat kami bernaung. Dan dimulailah episode-episode baru saya sebagai istri.

Nah, demikianlah kisah pindah kami setelah walimah. Untuk temanteman yang akan segera berumah tangga, baik dalam waktu dekat atau belum direncanakan, persiapkanlah mental dan batin sesiapsiapnya untuk menghadapi perubahan status dari anak menjadi istri atau suami. Apalagi kalau setelah nikah akan pisah kota dengan orang tua. Yeah, kecuali kalau memang sudah terbiasa, kemungkinan untuk mengalami cerita mellow kayak saya tentulah kecil hehehe.

Last but not least, thank you to read and stop by to my blog :)
Read More

Thursday, February 24, 2011

Walimah kami dan antrian panjang


Setelah kemarin saya posting tentang sepenggal kisah akad nikah, giliran kali ini saya berbagi cerita tentang walimah kami yang dihelat di Rumah Melayu Kalimantan Barat. Menuju walimah, saya sudah bisa berduaan dengan suami saya dooonk hehehe. Eh tapinya, barusan salah seorang teman saya berkata bahwasanya cerita akad nikah yang kemaren itu nyangkut klimaksnya ihihi. Ya abisnya setelah pemasangan mahar ke jari jemari saya, saya emang udah ga inget lagi kejadian-kejadiannya. Saking senengnya :p Hanya teringat kenangan saat kami dikerjain sama fotografer dari Shafa Photografy.

Ceritanya, saat sesi foto-foto pengantin baru di kamar pengantin, diambillah beragam macam pose. 1 pose yang kami dikerjai adalah ketika suami saya harus mencium kening saya. Eh yaelah dicium di depan 3 orang fotografer + 1 camera man itu? Oh apakata Nurdin Halid. Tapi demi mencetak kenangan, baiklah kami lakukan adegan tersebut di hadapan mereka. Dan mamang fotografer utamanya memberikan pengarahan, "Nah, Aci cium kening dini, 2-2nya jangan buka mata ya, 20 detik sampe ada aba-aba dari abang. Ini kameranya ada sistem anti goyang", ah entah apa waktu itu kata si mamang fotografer. Intinya, kami berdua dilarang buka mata, sembari kening saya dikecup. Oh my goodness...

Daaaan, di tengah kebingungan saya dengan mata terpejam, kenapa ni fotografernya ga juga ngasi aba-aba bahwa sudah selesai pemotretan, maka saya pun berinisiatif buka mata. Ternyata oh ternyata, di depan pintu sudah rame para keluarga ngumpul menyaksikan adegan kecup kening tersebut. Emang dasarlah mamang fotografer. Kami pun mikir, kayaknya semua pasangan pengantin baru yang ngobjek foto dengan beliau, dikerjain begitu sama dia supaya ada cerita ihihihi.

Nah, marilah lanjutkan kisah menuju walimah kami. Pagipagi sekitar pukul 08.00, ibu saya udah bergerak kian kemari sibuknya bukan main. Bolak balik dari rumah ke gedung tempat walimah. Ah yeay, andaikan saya bisa ikut serta turun membantu. Jangankan mau ikut ke gedung, mau keluar sarapan bubur dekat rumah pun ndak boleh. Wadoooh. Aturan dari manakah itu ya. Huhuhu padahal pagi itu pengen makan bubur. Tapi ya sudahlah. Makan nasi kebuli saja. Setengah porsi cukup. Setengahnya lagi liat wajah suami pun kenyang wahahaha lebay sekaliii..

Sesudah makan, saya di make over lagi sama Kak Evi. Oh wooow, kayaknya lebih cantik dari yang kemarin :p Proses make overnya di abadikan juga melalui layar kamera dan video. Supaya bisa dikasi liat ke anak cucu juga nanti gimana proses pernikahan orang tuanya ini. Termasuk juga antrian panjang yang terjadi di walimah kami. Tak menyangka juga akan sebegitu panjangnya.

Jadi, kita langsung udah nyampe di gedung nih ceritanya. Pukul 1 kurang 5 menit, kami disambut tarian oleh penari cilik dari Sanggar Andari. Imut-imut deh mereka. Ditaburi bunga rampai, diiringi musik melayu, oh indah sekali. Masuk ke gedung disambut dengan suara bahana penyiar kondang Pontianak: Bapak Mulyanto Maharani, disambung dengan suara miang MC Kondang Pontianak: Ilham Kurniawan. Diiringi dengan nasyid dari Tim Nasyid Al Ikhwan. Oh makin indah aja hehehe.

Pukul 1 tepat sudah ada tamu yang datang. On time sekali mereka. Barangkali sudah mengerti dan paham bahwa sore selepas ashar adalah waktu kritis, dimana akan terjadi antrian panjang. Dari pukul 1 sampai pukul 3 kami sempat duduk, nyaris semua tamu yang datang di antara waktu itu sempat foto-foto dengan kami. Ketika masuk waktu ashar, suami saya segera menyambangi mushala di belakang gedung. Beberapa tamu sempat foto-foto dengan saya, dan salah satunya adalah seorang sahabat saya, teman sebangku semasa saya di MAN 2: Emi.

Subhanallah, saya salut betul dengan dia. Waktu itu ketika salaman, saya sempat agak lupa siapa gerangan wanita berbaju putih ini. Dia berkata: "Hayoo, masih ingat ndaak? Emi!! Kau ndak ade ngundang aku kaan? Aku datang diiin walopun ndak diundang". Oh kontan saja dia saya peluk dekap erat selama mungkin hehe. Saya sangat merasa bersalah karena terlewat mengundang dia, tapi sangat bahagia juga karena dia bersedia datang, bahkan tanpa diundang. Toh tak saya usir. See? Jika merasa sahabat saya, pernah dekat dengan saya, tapi kemudian saya tak undang, kenapa harus malu untuk datang? Inisiatif seperti Emi ini yang sangat saya sukai. Sangat luar biasa, sungguh keren!!

Setelah Emi, beberapa teman dateng. Suami saya sudah selesai shalat. Tamu senantiasa membanjiri Rumah Melayu Kalbar. Alhamdulillah, konsep semi hijab untuk memisahkan yang akhwat dan ikhwat serta tamu yang sudah menikah terlaksana dengan sukses. Yah, meskipun barangkali ada 1-2 orang yang nyelip-nyelip, atau protes dalam hati karena belum terbiasa. Kami membuat konsep tersebut untuk memfasilitasi mereka yang tak ingin berikhtilat, sekaligus memperkenalkan salah 1 ajaran Islam juga, gitu :D

Masuk pukul 4 sore, kami melihat antrian panjang yang panjaaaaang bener dah. Seperti orang antri mau salaman sama artis *loh? kan emang artis ya ini yang lagi walimahan hehehe*. Panitia di luar sudah pasti sibuk luar biasa. Fotografer juga mulai ngosngosan mengatur barisan orang yang terus mengalir, sebagian kami ajak berfoto, sebagian langsung lewat. Entah siapa yang datang, kami tak terlalu ingat lagi. Belakangan, setelah melihat hasil foto, barulah ngeh kalo si ini dateng, si itu dateng huehehe.

Well. Beberapa orang mungkin bertanyatanya, bagaimana bisa walimahan kami jadi sedemikian membludaknya, sampai-sampai porsi makanan habis, tak memenuhi kuota undangan yang hadir hingga lewat dari pukul 5 sore, sesuai jam selesai di undangan yang kami sebarkan. Kami merayakan pernikahan pada posisi Bapak saya sedang menjadi salah satu KaBid di Dinas Pendidikan Kota Pontianak, ketika Ibu saya baru diangkat menjadi Pengawas setelah 8 tahun menjadi Kepala Sekolah *yang otomatis, banyak teman guru nyaris se Kota Pontianak*, dalam posisi suami saya yang juga punya banyak teman di Pontianak walaupun beliau aslinya dari Sanggau dan tinggal di Sekadau, ditambah lagi dalam posisi saya yang masih hangat menjadi guru di MAN 2 mengajar semua kelas, juga sebagai dosen di Poltekkes Jurusan Gizi Pontianak. Begitulah. Mau ga diundang, gimana ya. Tapi mau diundang semua, ya ampuun itu juga tak diundang semua udah sebegitunya -_-.

Undangan yang kami sebarkan ada sekitar 1500-an. Ditambah undangan via fb, total 2000an. Ketika para siswa dan mahasiswa saya bertanya, adakah boleh mereka hadir ke walimahan kami, bagaimana mungkin saya sebagai guru dan dosen mereka berkata: TIDAK BOLEH? Betapa bahagianya saya mendengar mereka mau hadir. Hanya saja, saya benarbenar tak menyangka, bahwa nyaris seluruh siswa saya di MAN 2 dan mahasiswa saya di Poltekkes Jurusan Gizi dateng. Seneng, iya, sangat senang. Semakin banyak tamu yang datang, semakin banyak doa yang dihadirkan untuk kami. Maka, kami tak menyalahkan siapapun untuk insiden antri kemarin, kecuali menyalahkan keteledoran kami dalam berspekulasi. Semoga dimaafkan ya :)

Semoga bisa jadi pelajaran untuk temanteman yang akan melangsungkan walimah, maupun yang akan menjadi panitia walimah. Sementara, segini dulu ya cerita tentang walimahnya. Di edisi berikutnya, Insya Allah saya ingin berbagi tentang pekan pertama berumah tangga dan proses pindah dari Kota Pontianak ke Sekadau yang penuh dengan rasa rindu menggebu :D
Read More

© coba template, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena