coba template

Words and Sentences are Inspiration and Motivation

Showing posts with label the truth. Show all posts
Showing posts with label the truth. Show all posts

Monday, March 26, 2012

Melanggar Peraturan

Nah lho..

As I label this post under 'muara.hatikupu', so this is actually more than a self-reminder to me.

For seeing the pic, a question appeared in my mind. Apakah ini manusiawi? Entahlah. 

Tapi di kehidupan seharihari pun, sering juga kan kita saksikan tindakan-tindakan melanggar peraturan? Mulai dari peraturan agama, peraturan pemerintah, peraturan orang tua, peraturan  lalu lintas, peraturan kantor, peraturan kampus, peraturan sekolah, dan macam-macam peraturan lainnya.

Foto di atas saya ambil di Bandung pada 27 Mei 2008, di sekitar Pasar Baru kalo gak salah. Selagi menunggu, saya melihat pemandangan unik tersebut. Dan foto tersebut hanyalah 1 dari sekian banyak contoh nyata implementasi dari kalimat Peraturan dibuat untuk dilanggar. Out of case kalo yang jualan di situ mungkin luput membaca tulisan tersebut ._.


Melanggar peraturan di sini maksudnya yang disengaja. Jadi, sudah tau dilarang,  udah tau tak boleh, masih saja dilanggar. Kita *artinya termasuk saya* pun pastilah pernah melanggar peraturan, sebaik apapun diri kita menurut penilaian orang lain. Sudah tau lampu merah artinya berhenti, tapi tancap teruuus berhubung lagi sepi dan tak ada polisi. Sudah tau tugas dari dosen deadlinenya tanggal sekian, masih saja sengaja ditunda-tunda. Sudah tau  Sudah tau shalat 5 waktu itu wajib, masih saja dilanggar. Dan jenis "sudah tau-sudah tau" lainnya...

Maaanuuusiiiiaaa. Punya hati, tapi tak digunakan untuk memahami. Punya mata tapi tak digunakan untuk benar-benar melihat. Punya telinga, tapi tak digunakan untuk menyimak.

Sesuai deh dengan Firman Allah berikut ini:

"Sesungguhnya Kami Jadikan untuk [isi neraka Jahanam] kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami [ayat-ayat Allah] dan mereka mempunyai mata [tetapi] tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga [tetapi] tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai" (QS. al-A'raf : 179)

Itu kabar buruknya. 

Kabar baiknya, Allah menciptakan manusia dengan potensi fisik dan psikis yang maksimal, bisa berkembang dengan baik. Al-Qur'an berulangkali mengangkat derajat manusia dan berulangkali pula merendahkan derajat manusia. Manusia dinobatkan jauh mengungguli alam surga, bumi dan bahkan para malaikat. Allah juga menetapkan bahwa manusia dijadikan-Nya sebagai makhluk yang paling sempurna keadaannya dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain (lihat QS.95:4). Allah menciptakan manusia dengan susunan yang proporsional. Sebagaimana dalam QS 82:7.

Nah, sebagai makhluk yang diciptakan Allah sebagai makhluk paling canggih, dilengkapi dengan sukma kefasikan dan ketaqwaan, kita tinggal pilih, mau maksimalkan potensi fasik yang sudah tau salah tapi tetap dilakukan, atau potensi taqwa, yang berusaha keras untuk ta'at pada aturan Allah, juga peraturan-peraturan lainnya yang tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk kebaikan kita pula. 

Well, then. Life is a choice. The choice is in your hand. You do your choice, you also get the risk :)
Read More

Friday, March 9, 2012

Jawaban-jawaban Allah

Too many things to make us smile :)


Manusia itu tempatnya khilaf dan lupa. Suka mengeluh, seringkali lupa bersyukur. Begitupun saya :( Padahal nikmat Allah tak terhingga ya banyaknya. Dihitung pun takkan sanggup (QS. An Nahl: 18)

Di sela-sela keluhan kita sebagai manusia biasa, Allah Subhanahu wata'ala telah lama sediakan jawaban untuk keluhan-keluhan itu. Subhanallaah.

Ketika kita mengeluh: “Ah mana mungkin.....”
Allah sediakan jawaban:

“Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin : 82)

Ketika kita mengeluh: “Capek banget saya....”
Allah sediakan jawaban

: “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)

Ketika kita mengeluh: “Berat banget yah cobaan ini, gak sanggup rasanya...”
Allah sediakan jawaban:

“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh: “Stressss nih...Panik...”
Allah sediakan jawaban:

“Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)

Ketika kita mengeluh: “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”
Allah sediakan jawaban:

”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)

Ketika kita mengeluh: “Gila niih.. Saya sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantu...”
Allah sediakan jawaban:

“Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60

Ketika kita mengeluh : “ Duh.. sedih banget deh...”
Allah sediakan jawaban:

“La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita. (QS. At-Taubah :40)

Sebetulnya, kunci untuk menjawab semuanya adalah bersyukur selalu pada Allah Azza wa Jalla. Bersyukur dan juga bersabar, karena ketika kita telah benar-benar bersyukur dan bersabar, tak akan ada lagi ruang untuk bersedih dan berkeluh kesah. Tapi sayang, terkadang, hal-hal begini memang ringan di lidah, mudah ditulis, tapi berat di langkah :)






Tulisan ini boleh dishare ke teman-teman kita yang mulai galau atas perhatian Allah yang serasa jauh, padahal sebaliknya, Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186)

Sekaligus sebagai pengingat buat saya sendiri tentu saja :)
Read More

Wednesday, March 7, 2012

Sentimen Pribadi

Terkadang kita lupa

Sebelum menulis postingan ini lebih lanjut, saya mencari terlebih dahulu pengertian 'Sentimen'. Repot juga nanti kalo salah makna. Dari wiktionary, saya dapatkan beberapa pengertian 'sentimen'.

Sebagai kata benda atau nomina, sentimen bisa berarti:

  1. pendapat atau pandangan yang didasarkan pada perasaan yang berlebih-lebihan terhadap sesuatu (bertentangan dengan pertimbangan pikiran)
  2. emosi yang berlebihan
  3. reaksi yang tidak menguntungkan

Sebagai kata sifat atau ajektiva, sentimen dimaknai sebagai:

iri hati; tidak senang; dendam


Kali ini, yang akan saya tuliskan adalah tentang sentimen pribadi. Silahkan dimaknai sendiri berdasarkan pengertian-pengertian di atas :D

Menurut saya, for certain cases, menyimpan sentimen pribadi itu sungguh merepotkan diri sendiri. Bagaimana tidak? Soalnya orang dengan sentimen pribadi memiliki beberapa ciri sebagai berikut:


  • Mencari-cari kesalahan sekecil apapun
  • Mengenyampingkan hal-hal baik yang telah dilakukan seseorang atau sekumpulan orang sehingga jadi lebih mudah untuk lost focus.
  • Mengabaikan azas praduga tak bersalah *udah mirip istilah yang belakangan dipakai oleh pengacara para koruptor ya? hihhi*
  • Senang dan bahagia melihat kekeliruan pada orang lain, bahkan pada teman atau saudara sendiri
  • Terindikasi mirip dengan musuh dalam selimut
  • Gelisah melihat teman yang disentimeni berjaya.

Wrapping it into a conclusion, orang yang menyimpan sentimen pribadi itu susah sekali berbuat adil. Mungkin masih terkendala dalam mengimplementasikan firman Allah di QS Al Maidah: 8:

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Sehingga, akibat sudah terlanjur memiliki sentimen pribadi (baca: benci) terhadap suatu kaum, jadi sedikit sulit untuk mengedapankan prinsip tabayyun (konfirmasi) ketika mendapat berita tak menyenangkan tentang suatu kaum tersebut. Lupa dengan prinsip tabayyun: bukan membuktikan kesalahan melainkan mengurangi prasangka negatif.

Semoga kitakita yang masih menyimpan sentimen pribadi terhadap suatu kaum, ke depannya bisa melenyapkan atau setidaknya mengikis sedikit demi sedikit tabiat ini ya. Bukannya apa, kalau sudah menyimpan sentiman pribadi, biasanya jadi lebih sibuk caricari kesalahan orang daripada memuhasabah diri.

"Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib orang lain." (HR. Ad Dailami)

Mari kita fokus pada perbaikan diri, tak sibuk dengan aib-aib orang lain, apalagi kalau jauh dari niat saling cinta karena Allah, hingga memutus silaturrahim. Na'udzubillahimindzalik.

Wallahualam Bisshhowwab.
Read More

Sunday, February 19, 2012

Menjaga Mulut dan Jempol

Jaga Mulut


Hidup di era globalisasi dengan akses komunikasi yang terbuka lebar selebar-lebarnya dan semakin banyak social media seperti sekarang ini sungguh merupakan tantangan berat. Loh? Bukannya semakin mudah dan banyak akses komunikasi justru semakin mempermudah hidup ya? In some cases, yes. Untuk menunjang komunikasi pasangan suami istri yang terpaksa menjalin Long Distance Relationship, misalnya. Juga untuk para pengusaha online shop. Banyaknya socmed justru semakin membuat dagangan mudah untuk laris maniisss.

Tantangan berat yang saya maksud adalah di bagian menjaga jempol dari menuliskan hal-hal yang sebaiknya tidak dituliskan, serta menjaga mata dari membaca hal-hal yang sebaiknya tidak dibaca. Saya sebetulnya sangat takut, takut banget kena "kaburo maqtan 'indallaah an taqulu ma la taf'aluun"Sungguh besar kemurkaan di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. :(((( Saya sendiri, jujur saja, PERNAH melakukan ini :( Dan berjanji kapada diri saya sendiri untuk tak lagi melakukannya setelah membaca sebuah hadits tentang hal ini *rasanya pengen ga jadi nulis aja deh ini T__T

Anyway, sebelum dilanjutkan, semoga tulisan ini bisa menjadi friendly reminder bagi kita bersama, terutama yang sampai detik ini masih sering menyebut-nyebut kejelekan orang lain, bahasa kerennya: GHIBAH, baik secara lisan maupun tulisan. Apa itu ghibah? 

Rasulullah Saw pernah menguji para sahabat dengan pertanyaan “Tahukah kamu apa ghibah itu? sahabat menjawab: Allah dan Rasulullah yang lebih tahu. Kemudian Nabi bersabda: Menceritakan keadaan saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain. Lalu Sahabat bertanya: Bagaimana jika memang benar keadaan itu ? Nabi menjawab : "Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu, maka itu disebut buhtan (fitnah) dan itu lebih besar dosanya"

Astaghfirullahal'adziim. See? 
Kalau benar, itu ghibah. 
Kalau salah, itu fitnah. 

Terlebih, menceritakan keadaan masa lalu seseorang yang sudah jelas-jelas tak suka kalau dikisahkan kepada orang lain. Siapapun itu orangnya, orang dekat sekalipun. Untuk apa memangnya tau cerita lalu orang lain? Apalagi kalau ceritanya disimak sepihak, belum tentu betul pula. Na'duzubillahi min dzaliik. 

Hadits yang membuat hati saya gundah gulana adalah hadits ini:

Rasulullah bersabda “Ghibah itu lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya: “Bagaimana ghibah lebih keras dari zina, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya seseorang telah berzina, kemudian bertaubat dan Allah pun mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni Allah, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.” (HR. Baihaqi)

Setelah baca hadits ini beberapa hari lalu, rasanya ingin sekali punya mesin waktu supaya tau siapa saja yang baik sengaja maupun tidak, pernah saya jadikan objek ghibah. Sungguh lidah ini tidak bertulang, gampang sekali terpancing untuk mengucapkan perkara-perkara yang sudah jelas haram :( Begitu pun jempol dan jemari lain yang seharusnya lebih banyak dipakai untuk hal yang lebih baik. 


Lewat postingan ini, saya memaafkan siapapun yang pernah menjadikan saya sebagai objek ghibah, dimintai maaf maupun tidak. Sekaligus minta tolong diingatkan ya teman-teman bilamana tulisan saya di social media manapun (twitter, facebook, plurk, hi5, dll) mengandung unsur-unsur ghibah. Saling mengingatkan :)


”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr 1-3).


Wallahualam bisshawwab.
Read More

Thursday, February 9, 2012

Doa tentang Hujan

Berikut ini saya bagi-bagikan beberapa gambar tentang doa hujan untuk koleksi teman-teman. Bisa dijadikan Display pic BBM, dibagikan via twitter atau facebook, atau dimana aja boleeh.

Doa Hujan 1
 
Doa Hujan 2

Doa Hujan 3

Doa hujan 4

Doa ketika hujan lebat


Bacaan setelah hujan


Semoga bermanfaat untuk kita semua :D
Read More

Monday, October 17, 2011

Senang Saling Mengingatkan

Senang Saling Mengingatkan
Berinteraksi di dunia maya itu sungguh membuat perasaan campur aduk. Kadang kala senyum sendiri baca timeline beberapa teman, tak jarang pula merasa cukup kesal. Yap, karena list following saya terdiri dari beragam macam manusia yang latar belakang, usia dan isi kepalanya beda-beda: aktivis dakwah, penulis, penyiar radio, PNS, guru, siswa/i dan mahasiswa/i, beragam deh pokoknya. Dengan variasi manusia tersebut, tentu saja isi timeline jadi sangat berwarna.

Selayaknya manusia biasa, di balik warnawarni timeline saya pun kadangkala terselip khilaf dari para pekicau. Hanya saja yang membuat saya 'manas tak belawan' alias kesal gregetan dan tak kuasa mau berkata apa adalah kesalahan yang muncul tapi di sengaja. Nah! Ini tak cuma terjadi di dunia twitter saja toh? Yoih. Dalam hidup seharihari pun yang seperti ini terjadi juga. Bahkan barangkali pernah kita *ya, kita: saya dan temanteman* lakukan. Seseorang yang mukallaf (sudah bisa membedakan mana yang benar dan yang salah) memilih untuk berbuat/ucapkan yang salah. Sedih ya :(

Contoh kecil deh. Sudah tau kalo shalat 5 waktu itu wajib hukumnya, fardhu 'ain. Masih pula sengaja tak dikerjakan. Atau contoh yang lebih sederhana lagi. Sudah tau 'Alhamdulillah' itu seharusnya ya 'Alhamdulillah', eeh malah sengaja ditulis salah-salah. Yang lebih menyakitkan lagi, sudah tau Rabbnya adalah Allah bukan owwoh, tapi kenapa sering sekali salahnya itu diulang-ulang? Apa dipikirnya lucu mempermainkan nama Rabb yang memberikan nafas untuknya setiap waktu? Tak khawatirkah Allah murka?

Firman Allah: 
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9: 65-66)
Na'udzubillah, tsumma na'udzubillahimindzaliik. Jangan sampai kita jadi bagian dari kaum yang bersenda gurau dengan Allah, dengan ayat-ayatNya dan RasulNya. Hal ini barangkali terkesan sepele untuk beberapa orang. Tapi perhatikanlah konsekuensi dari apa yang dianggap senda gurau dan olok-olok itu: 'kamu telah kafir sesudah beriman', Astaghfirullahal'adziim. 

Hal lain yang menyedihkan adalah, kesalahan yang disengaja ini dilakukan dengan riang gembira, menyesal sedikitpun tidak sesudah ditegur. Maka saya pun bertanyatanya tadi malam: Masih perlukah kita koreksi yang demikian ini? Saya berusaha untuk berpegang pada firman Allah Q.S Al Ashr ayat 1-3 yang dulu bersama temanteman sekelas saya baca setiap akan pulang sekolah. Watawwa shaubil haq, watawwa shaubis shabr. Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan mereka yang saling mengingatkan tentang kebenaran dan saling mengingatkan tentang kesabaran.
Juga dalam QS.Ali Imran:20, Asy-Syura:48, An-Nahl:82, Al-Anfal:38, An-Nahl:125, Al-Ma'idah:92, At-Taghabun:12. Semuanya tentang kewajiban menyampaikan yang lurus, yang haq:
QS.Ali Imron:20 "....KEWAJIBAN kamu hanyalah menyampaikan" 
QS.Asy-Syura:48 "...KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan"
QS.An-Nahl:82 "... KEWAJIBAN yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan "

QS.Al-Anfal:38 "KATAKANLAH PADA ORANG-ORANG KAFIR ITU"
QS.An-Nahl:125 "...SERULAH pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik"
QS.AlMaidah:92 "...KEWAJIBAN Rasul Kami, hanyalah mnyampaikan dengan terang"  
QS.AtTaghabun:12 "...KEWAJIBAN Rasul Kami hnylah mnyampaikan dengan terang"
Namun sepertinya tak semua manusia MAU menerima firman Allah itu. Ketika diingatkan malah marahmarah, 'Ngapain lo ngatur-ngatur idup gue, atur aja sana idup lo, dasar sok alim lo'. Saya jadi ilfil kalo digituin. Huhuhu, emang agak kurang tangguh sih ya. Tapinya kalo sudah sekali, dua kali, tiga kali dikasi tau masih begitu juga, maka saya istirahat dulu lah ngasi taunya. Kasi giliran orang lain untuk mengingatkan. Toh saya sudah lakukan yang sebaiknya saya lakukan. Sisanya, urusan yang bersangkutan dengan Rabbnya. Jika Allah berkenan lembutkan hatinya untuk ambil hidayah yang sudah tersedia, yah pasti nyangkut. Kalo tidak, eh bukan tidak, mungkin belum. Mungkin tersentuhnya dengan cara lain.

Memang tak seorang manusiapun sempurna. Tapi bukan berarti kalimat truistik itu jadi alasan kita untuk enggan memperbaiki diri kan ya :) *ah ini sebetulnya ditujukan untuk saya sendiri juga, note to myself :D* Well. Kalau sudah dalam kondisi seperti itu. Saya pasrah sajalah. As people said, life is truly a choice. You decide what to do, and face the risk of what you have done :)
Anyway, melalui tulisan ini saya juga pengen ngasi tau kalo saya senang sekali kalo diingatkan. Sekali lagi, DIINGATKAN ya, bukan DISINDIR hehehe. Kan lebih enak kalo kita saling mengingatkan ya daripada saling sindir, sama-sama senang. Oh, dan jangan lupa *ngingetin lagi deh hehe* QS Asy Syams 8-10: Allah mengilhamkan suka kebaikan dan ketakwaan. Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya. Wallahualam.
Read More

Friday, September 30, 2011

Belajar dari Melingkar

Photo by: Apri Adi

Kemarin malam akun @PKSJerman meramaikan timeline twitter saya dengan hashtag #melingkar. Pertama kali baca isi tweetnya, langsung nyambung bahwasanya yang dimaksud dengan 'melingkar' itu adalah ta'lim, kajian, mentoring, atau liqo'/halaqoh yang dilakukan rutin sepekan sekali baik itu di kantor, sekolah, kampus, atau lingkungan dekat rumah. Kenapa 'melingkar'? Ya iyes, karena kajian ini dilakukan dengan cara duduk lesehan dan melingkar. Yah, seperti foto di atas, hanya saja, kalo 'melingkar' ini tidak ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan), melainkan terpisah antara laki-laki dan perempuan :) Kalo foto yang di atas mah foto bersama teman-teman Khatulistiwa English Community (KEY) *skalian promo hehe*

Dari aktivitas melingkar ini, ada banyaaak pelajaran yang bisa kita dapatkan. Di bawah ini hanya beberapa di antaranya:

1. Kedisiplinan. Jika kajian dijadwalkan mulai pukul 1 siang, maka kita harus melatih diri agar terbiasa hadir tepat waktu. Kalau mulainya tepat waktu, selesainya bisa tepat waktu juga. Umumnya, sekali melingkar perlu waktu antara 2-3 jam. Kalo ada agenda tambahan, bisa seharian :D

2. Ukhuwah. Persahabatan, persaudaraan, kasih sayang dan cinta kasih, tercakup semuanya dalam ukhuwah islamiyah. Kalau sudah bisa enjoy melingkar, sekali aja ga datang bakalan kangen abessss. By the way, mengapa kegiatan melingkar ini 'harus' sepekan sekali? Ya, untuk menyegarkan ruhiyah kita. Seperti hp yang butuh dicas *kok kedengaran kayak iklan ya?*, ruhiyah kita adalah bagian terpenting dari diri kita yang sangat perlu direcharge. Bertemu dengan saudara seiman sepekan sekali sembari menerima materi dari pembina kajian cukuplah untuk stok isi ulang semangat ruhani.

3. Kesabaran. Yang mengikuti kegiatan melingkar ini semuanya adalah manusia. Malaikat hanya bertugas mencatat niat baik mereka untuk bersedia hadir di majlis dzikir. Karna itulah, dalam kajian akan kita temukan hal-hal yang menguji kesabaran kita sebagai insan biasa. Tapi, ketika ukhuwah sudah sangat erat, belajar sabar ini jadi mudah dan menyenangkan. *aiih, kedengaran kayak iklan lagi deh ini hihihi*

4. Saling mengingatkan. Sama seperti poin 3 tadi, personil aktivitas melingkar adalah manusia semua. Manusiawi kan kalo sesekali berkata dan bertingkah laku keliru. Di sinilah teman satu lingkaran memaksimalkan fungsinya untuk saling mengingatkan. Watawwa shaubil haq, watawwa shaubisshabr.

5. Ikhlas. Ini yang akan dialami ketika terjadi semacam pertukaran pembina/murobbi kelompok kajian. Supaya kegiatan melingkar ini dinamis, paling tidak setahun sekali kelompoknya dirombak. Pembinanya diganti, personil *atau dalam tarbiyah disebut mutarobbi/binaan* juga ikut berubah. Dapet teman baru lagi deh. Anyway, ada beberapa peserta yang di awal-awal mungkin tak setuju kalo kelompoknya diubah. Abisnya udah kadung klop sih sama yang sekarang. Biasanya sih gitu alasannya. Anyway, di sinilah kita sebagai peserta kajian harus belajar ikhlas sembari meluruskan niat. Jika niat ikhlas lillahita'ala, siapapun personil dan pembinanya, yuuk mari melingkar sampai akhir hayat :)

Nah, itu baru 5 point yang bisa kita pelajari dari aktivitas melingkar. Sisanya akan lebih berasa kalau kita sudah 'terjun langsung' ke dalam lingkaran itu :D Tapi by the way, emangnya melingkar itu ngapain aja sih? Baiklah, untuk yang masih belum dapat gambaran aktivitas seperti apa melingkar itu, saya kasi sedikit gambaran deh ya.

Selayaknya sebuah kajian, melingkar ini juga ada susnan acara atau biasanya disebut baramij liqo. Umumnya, susunan acaranya seperti ini:

1. Pembukaan.

2. Tilawah, bergiliran setiap personil kajian, atau kalau bulan Ramadhan biasanya nyambung ke bacaan tilawah masing-masing.

3. Infaq. Infaqnya dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah, penunjang agenda kajian seperti masak bareng *biasanya sih kelompok yang cewek sering nih agenda ini*, baksos, apa saja yang penting disepakati oleh semua anggota kajian.

4. Setor Hafalan, baik hafalan AlQur'an atau Hadits. Menurut beberapa kesaksian yang saya temukan dari hashtag #melingkar tadi malam, agenda yang satu ini nih yang paling disegani :p

5. Taujih. Yang ngasi taujih tak harus pembina kajian. Malah umumnya, kajian diberikan bergantian oleh setiap personil. Jadi, tiap pekan, beda taujih, beda yang ngasi taujih :)

6. Pembacaan Riyadush Shalihin/Kajian Shiroh Nabawiyah/Kajian Shiroh Shahabiyah/Info Dunia Islam. Point ini disesuaikan dengan kesepakatan tiap personil kajian. Kalau mau ambil semuanya, silahkeeun. Yang penting terlaksana dan berguna :)

7. Materi/Bedah Buku. Ini bisa disebut kegiatan inti melingkar. Jadi, pembina memberikan materi berdasarkan kurikulum, atau materinya bisa juga disesuaikan dengan kondisi dan situasi peserta kajian. Semacam tausiyah gitu deh. Saya pribadi, kalo udah sampai di point ini seringkali merasa seperti dilecutlecut dan ditampartampar semangatnya untuk bangkit dari rasa malas.

8. Diskusi. Bilamana ada materi yang kurang jelas dan ingin didiskusikan dalam forum, dibukalah sesi diskusi. Kalo ga ada, lanjuuut ke point berikutnya.

9. Qodoyah dan Rowa'i. Qodoyah itu semacam konsultasi atau curhat tentang problema yang sedang kita hadapi. Jika berkenan, boleh dibicarakan dalam forum, dan diikhtiarkan untuk dicarikan solusinya bersama-sama. Trus kalo Rowa'i itu penyampaian berita gembira. Jadi, kalau ada berita gembira seputar diri kita yang ingin disampaikan ke teman-teman, sampaikanlah di sesi ini.

10. Penutupan, selesai. Sampai jumpa pekan depan, kita ketemuan lagi pukul sekian di rumah si ini. Salaman, pelukan, cipikacipiki.

Intisari dari melingkar ini memang meningkatkan kualitas peserta kajian, utamanya dari segi rohani. Namun, tidak mengapa kalau tiap peserta sepakat untuk menambah program khusus seperti mabit (malam bina iman dan taqwa), tukeran kado, rihlah (jalanjalan, rekreasi), bahkan kalau mau ada program saling mengajari teman kajian belajar mobil pun silahkan :D Seru kaaan.

Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa 'melingkar' itu wajib hukumnya. Hanya saja, jika kita niatkan melingkar ini untuk menuntut ilmu agama dan menjalin silaturrahim, maka melingkar jadi sangat penting sekali. Kalo kata Pak @BamzTeha, #melingkar itu berguna untuk memperbaiki diri, keluarga, masyarakat, bangsa & negara. Slogannya: perbaikilah diri sendiri dan serulah org lain.Begitulah.

Demikianlah sedikit yang bisa saya bagikan tentang #melingkar. Kalau pengen lihat pendapat orang-orang tentang melingkar, langsung aja search #melingkar di twitternya ya. Tapi, buat yang pengen tau kisah awal mula dan pendapat saya tentang #melingkar, bolehlaah dibaca sendiri di halaman ini. Okedeh kalo begituh. Selamat bersenangsenang dalam lingkaran :D

Read More

Thursday, September 22, 2011

Tutup aurat dimanamana


Bismillahirrahmaanirrahiim.

Tulisan ini saya buat karena saya cukup sering melihat beberapa muslimah yang sudah diberi kemudahan oleh Allah untuk berjilbab, tapi dengan mudahnya memajang foto tanpa jilbab di ranah publik. Barangkali tanpa pikir panjang, mereka jadikan foto tanpa jilbab sebagai foto profil di facebook, display picture di BlackBerry Messenger, atau avatar di twitter. Kalaulah yang melihat hanya sesama muslimah, tentu tak mengapa. Maka sebagai sesama muslimah, saya merasa cukup kesal. Karena, sayang sekali rasanya kalau aurat yang seharusnya kita jaga untuk yang boleh melihat saja, kita pertontonkan kesana kemari :(

Kewajiban berjilbab sudah cukup sering dibahas dimanamana. Di internet, dijadikan kultwit, dibahas di talkshow di TV maupun radio, banyak. Temanteman muslimah tentulah sudah tau bahwa Allah sudah dengan tegas berfirman dalam QS Al Ahzab:59 serta An Nur: 31 tentang perintah menutup aurat. Juga pastilah sudah pernah mendengar atau membaca beberapa hadits Rasulullah SAW mengenai hal ini. Salah satunya berbunyi: Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang lain dan para wanita yang berpakaian tapi auratnya terlihat, yang berjalan melenggak-lenggok, sedangkan kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring. Mereka itu tidak akan masuk ke dalam surga dan juga tidak akan mencium bau surga. Padahal, harum semerbak surga itu dapat dirasakan dari jarak yang begini dan begini.” [Muslim 6/168]

Di luar pembahasan syurga dan neraka yang adalah hak prerogatif Allah, alangkah baiknya jika sebagai muslimah, kita lakukan usaha maksimal untuk perintah Allah yang satu ini. Menutup aurat tak hanya ketika berpergian ke luar rumah atau ke kantor saja, tapi juga ketika akan melakukan interaksi sosial dengan rekan yang statusnya mahram (tidak boleh dinikahi). Baik interaksi di dunia nyata, juga interaksi di dunia maya.

Sayang sekali rasanya jika saat ini kita yang sudah dikenal sebagai muslimah berjilbab, kemudian pajang foto tanpa jilbab. Barangkali maksudnya pengen ikut berbagi ke temanteman sesama muslimah kecantikan kita ketika ga pake jilbab itu ya. Tapi percayalah, alangkah baiknya kalau memang niatnya begitu, dibagikan lewat room chat pribadi saja. Karena, sekali lagi, menutup aurat di hadapan mahram adalah perintah Allah. Kecuali, kalau temanteman sudah masuk dalam golongan muslimah yang tak wajib lagi menutup aurat, sebagaimana firman Allah:

"Dan perempuan-perempuan yang sudah putus haidhnya dan tidak ada harapan untuk kawin lagi, maka tidak berdosa baginya untuk melepas pakaiannya, asalkan tidak menampak-nampakkan perhiasannya. Tetapi kalau mereka menjaga diri akan lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." (an-Nur: 60)

Demikianlah temanteman. Hargailah diri kita dengan niat karena perkara ini, Allah yang perintahkan. Semoga kedepannya, kita yang muslimah dan juga temanteman muslim bisa saling mengingatkan untuk hal penting lainnya yang mungkin masih kita anggap sepele. Watawwa shoubil haq :) Selamat berjilbab cantiiik :D
Read More

Tuesday, September 20, 2011

Mas, mas, jangan pake emas..

Photo taken by: Ivvan Fardyan

Wah, bulan ini banyak yang nikah ya. Bahagianyaaa. Semakin banyak yang laksanakan sunnah rasul, ibadah penyempurna setengah dien. Ya, menikah adalah ibadah, ibadah paling indah dan paling disukai ummat Rasulullah SAW. Ada sebuah riwayat: "Rasulullah saw. datang dan bertanya: apakah kalian yang mengatakan begini dan begini? Sesungguhnya saya lebih bertakwa dan lebih khusyu' kepada Allah swt. Di bandingkan kalian, akan tetapi saya tetap berpuasa dan saya juga berbuka, saya juga shalat dan istirahat (berbaring), dan saya juga menikahi perempuan, maka barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku maka dia bukan dari umatku". (Muttafaqun 'alaih, di sepakati oleh Bukhari dan Muslim).

Sayangnya, pernikahan masa kini sepertinya banyak sekali tuntutannya. Selain beberapa hal yang sudah pernah saya bahas di sini, tuntutan lainnya juga mau tak mau muncul dari masyarakat Indonesia yang masih enggan tinggalkan adat istiadatnya. Walaupun sebetulnya, adat istiadat itu bertentangan dengan hukum agama. Well, saya memang tidak ahli untuk urusan fiqih atau yang beginian. Tapi paling tidak, untuk tulisan kali ini, saya merujuk kepada ahlinya, mencari referensi hadits-hadits shohih yang mudah-mudahan bisa menambah khazanah kita tentang fiqih :D

Ada beberapa perkara yang sangat saya sayangkan dalam pernikahan di masyarakat sekitar yang seharusnya berjalan sakral, khidmat, bernilai ibadah di mata Allah, tapi 'terpaksa' dicampur adukkan dengan hal-hal tak perlu, bahkan tak jarang perkara yang kita sudah tau hukumnya haram. Contoh yang umum adalah cincin kawin.

Dalam sebuah pernikahan, tak afdhol rasanya kalau tak ada prosesi pemasangan cincin kawin, bahkan tukeran cincin. Dan sayangnya, cincin yang dipake biasanya emas. Nah, lakilaki pakai emas kan haram. Bukan saya yang bilang, tapi Rasulullah: Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.” (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih). Pembahasan komplitnya bisa dibaca sendiri di sini dan sini.

Sayang sekali kan kalau ibadah yang nilainya sama dengan separuh agama harus ternoda nilainya dengan perkara haram. Rugi aja gitu ya rasanya kalo sampai jadi tak berkah, atau berkahnya berkurang akibat suatu hal yang kita sudah tau hukumnya, tapi masih kita laksanakan :( Yah, semoga saja yang sudah terlanjur pake emas di hari akad nikahnya, waktu itu belum tau tentang hukum pakai emas untuk lelaki, dan kalaupun sudah tau, semoga diampuni Allah dan tetep diberkahi pernikahannya. Yang belum akad nikah tapi sudah berencana akan ada prosesi tuker cincin, ayoo coba bujuk lagi orang tuanya dan kasi pengertian ke mereka sekali lagi, oke. Atau, kalopun emang pengen menjadikan itu sekedar sebagai simbol pernikahan, yang lakilaki cincinnya jangan yang terbuat dari emas :D

Selain tukeran cincin, adat lain yang bertentangan dengan syariah Islam adalah prosesi tepung tawar. Kalo tentang ini, sebelum menikah dulu rupanya suami saya *waktu itu masih calon* sudah browsing sana sini. Maklum, kami berdua samasama dari suku melayu yang kalo adakan akad nikah, umumnya orang pake adat tepung tawar atau cucur air mawar. Maka, demi mencegah terjadinya campur aduk sunnah dalam pernikahan kami kala itu, dikasi deh beberapa artikel ini ke keluarga kami:
1. Jangan buat sunnah gado-gado
2. Hukum upacara tepung tawar
3. Video upacara tepung tawar yang ternyata aslinya dari Hindu

Itulah beberapa hal tentang pernikahan yang telah kami jalankan. Alhamdulillaah, ketika akad nikah kami, tak ada prosesi tukeran cincin. Hanya saya yang pake cincin. Bisa liat sendiri di foto di atas kan, tangan suami saya ga pake cincin hehehe. Dan juga, prosesi cucur air mawar yang tadinya keukeuh pengen ibu saya laksanakan, berhasil dicegah dengan bujuk dan rayuan maut calon mempelai pria yang saat ini telah menjadi suami saya :D Alhamdulillaah yaa..

Kami doakan, semoga teman-teman yang dalam waktu dekat berencana menikah, prosesi pernikahannya lancar, bebas dari campur aduk adat istiadat yang dalam syariah Islam hukumnya haram, serta penuh berkah. Pernikahan yang penuh berkah akan membawa berkah pula bagi sekeliling kita, tak hanya untuk kedua mempelai saja, Insha Allaah :)
Read More

Wednesday, January 26, 2011

Gaji Abu Bakar dan Gaji SBY

Tulisan ini saya rilis dalam rangka memperingati rencana kenaikan gaji untuk Presiden yang saat ini sudah mendekati angka Rp. 62 juta/bulan. Waktu dengar berita di TV, biaya operasionalnya nyampe milyaran yah? Wallahualam. Yang pasti, gaji Rp. 62 juta/bulan mungkin belum dianggap layak bagi sebagian kalangan. Mengurusi negara yang rakyatnya banyak maunya, meskipun pejabatnya pun sama banyak maunya juga ya. Para pejabat itu bilang, mereka mau rakyat sejahtera, tapi saat itu juga ada pejabat tak bertanggungjawab yang menyunat uang rakyat demi kantong pribadi, memenuhi hasrat duniawi anak istri. Berat ah ngomongin pejabat. Saya belum cukup berkapasitas. Nanti deh, 2014 kalo ada yang milih, saya mau berjuang jadi anggota legislatif, wanita pertama mewakili daerah saya hehehe.


Baiklah. Saya merasa saat ini adalah momen yang cukup tepat untuk mempublish tulisan ini. Saya dapat dari milis kalo ga salah. Tapinya lupa apa alamatnya. Tanpa bermaksud plagiat, hanya berniat sharing, Insya Allah. Silahkan dinikmati cerita tentang Khalifah Abu Bakar berikut:


Ketika diangkat sebagai khalifah, tepat sehari sesudahnya Abu Bakar r.a. terlihat berangkat ke pasar dengan barang dagangannya. Umar kebetulan bertemu dengannya di jalan dan mengingatkan bahwa di tangan Abu Bakar sekarang terpikul beban kenegaraan yang berat. “Mengapa kau masih saja pergi ke pasar untuk mengelola bisnis? Sedangkan negara mempunyai begitu banyak permasalahan yang harus dipecahkan…” sentil Umar.

Mendengar itu, Abu Bakar tersenyum. “Untuk mempertahankan hidup keluarga,” ujarnya singkat. “maka aku harus bekerja.”


Kejadian itu membuat Umar berpikir keras. Maka ia pun, bersama sahabat yang lain berkonsultasi dan menghitung pengeluaran rumah tangga khalifah sehari-hari. Tak lama, mereka menetapkan gaji tahunan 2,500 dirham untuk Abu Bakar, dan kemudian secara bertahap, belakangan ditingkatkan menjadi 500 dirham sebulan. Jika dikonversikan pada rupiah, maka gaji Khalifah Abu Bakar hanya sebebsar Rp. 72 juta dalam setahun, atau sekitar Rp 6 juta dalam sebulan. Sekadar informasi, nilai dirham tidak pernah berubah.

Meskipun gaji khalifah sebesar itu, Abu Bakar tidak pernah mengambil seluruhnya gajinya.


Pada suatu hari istrinya berkata kepada Abu bakar, “Aku ingin membeli sedikit manisan.”

Abu Bakar menyahut, “Aku tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya.”

Istrinya berkata, “Jika engkau ijinkan, aku akan mencoba untuk menghemat uang belanja kita sehari-hari, sehingga aku dapat membeli manisan itu.”

Abu Bakar menyetujuinya.


Maka mulai saat itu istri Abu Bakar menabung sedikit demi sedikit, menyisihkan uang belanja mereka setiap hari. Beberapa hari kemudian uang itu pun terkumpul untuk membeli makanan yang diinginkan oleh istrinya. Setelah uang itu terkumpul, istrinya menyerahkan uang itu kepada suaminya untuk dibelikan bahan makanan tersebut.


Namun Abu Bakar berkata, “Nampaknya dari pengalaman ini, ternyata uang tunjangan yang kita peroleh dari Baitul Mal itu melebihi keperluan kita.” Lalu Abu bakar mengembalikan lagi uang yang sudah dikumpulkan oleh istrinya itu ke Baitul Mal. Dan sejak hari itu, uang tunjangan beliau telah dikurangi sejumlah uang yang dapat dihemat oleh istrinya.


Pada saat wafatnya, Abu Bakar hanya mempunyai sebuah sprei tua dan seekor unta, yang merupakan harta negara. Ini pun dikembalikannya kepada penggantinya, Umar bin Khattab. Umar pernah mengatakan, “Aku selalu saja tidak pernah bisa mengalahkan Abu Bakar dalam beramal shaleh.” (sa/berbagaisumber)

Read More

Thursday, January 13, 2011

Kenapa 'Jangan Marah'?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya salah seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

أوصنى قال : لا تغضب فردد مراراً قال لا تغضب .رواه البخارى

" Berilah wasiat kepadaku" Nabi bersabda:'Jangan marah.' Maka beliau mengulang berkali-kali: 'Jangan marah.'"(HR. al-Bukhari rahimahullah)

Terbukti secara ilmiah bahwa kemarahan sebagai salah satu bentuk emosi kejiwaan, memiliki pengaruh yang besar pada jantung orang yang marah. Dan reaksi dari kemarahan itu membuat jumlah detak jantung meningkat berkali lipat dalam satu menit. Maka dengan hal itu meningkatlah jumlah darah yang dipompa oleh jantung atau yang keluar dari jantung menuju pembuluh-pembuluh darah. Dengan demikian semakin terbebani karena dia dipaksa untuk meningkatkan pekerjaannya melebihi batasan yang telah menjadi kebiasaannya, atau pada kondisi kondisi tertentu. Hanya saja pembebanan terhadap kerja jantung yang disebabkan karena lari tidak akan berlangsung lama, karena seseorang bisa menghentikan larinya kalau dia mau, adapun pembebanan jantung yang disebabkan karena marah, maka seseorang tidak mampu mengontrol dirinya apabila sedang marah, lebih-lebih kalau dia sudah terbiasa marah dan sifat tersebut sudah bercokol kokoh dalam dirinya.

Dan telah terbukti bahwa orang-orang yang terbiasa marah, dia akan terkena tekanan darah tinggi dan neraca darah yang dibutuhkan naik melebihi kebutuhan normal, yang mana jantungnya dipaksa untuk memompa darah yang lebih banyak melebihi kebutuhan, sebagaimana urat nadi yang sangat halus akan mengeras dinding-dindingnya, dan hilang fleksibilitasnya dan kemampuannya untuk melebar supaya mampu untuk memudahkan mengalirnya darah dalam jumlah besar tersebut yang keluar dari jantungnya orang yang emosi.

Oleh karena itu, ketika seseorang marah tekanan darahnya akan naik, ini berbeda dengan dampak psikologi dan sosial yang ditimbulkan karena kemarahan dalam hubungan antar manusia dan yang terpisah dari ikatan-ikatan antar manusia. Dan yang penting untuk diebutkan di sini adalah bahwa para ilmuwan dahulu meyakini bahwa kemarahan yang jelas/terang-terangan tidak berbahaya, dan hanya kemarahan yang terpendam saja yang berpotrnsi menimbulkan banyak penyakit. Akan tetapi penelitaian Amerika baru-baru ini menyuguhkan penafsiran baru tentang dampak kedua jenis kemarahan ini, yang kesimpulannya bahwa terpendam atau tidak sebuah kemarahan tetap akan mendatangkan bahay bagi kesehatan, walaupun berbeda tibgkatannya. Adapaun dalam keadaan marah yang terpendam apabila dilakukan berulang-ulang maka kemungkinan akan menimbulkan tekanan darah tinggi, dan terkadang bisa menyebabkan kanker. Adapun kemarahan yang terang-terangan dan diulang-ulang, maka hal itu mungkin akan membahayakan pembuluh-pembuluh darah jantung, dan penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan jantung. Wallahu Ta'ala A'lam.

copy dari: AlSofwah

Read More

Monday, December 20, 2010

PKS dan PNS

Hari ini pengumuman tes CPNS di Kalimantan Barat. Dan hasilnya: nomor tes saya tidak ada di daftar pelamar yang lulus di barisan nomor tes Guru Bahasa Inggris SMK wilayah Kota Pontianak. Saya sedih? Sama sekali tidak, kawan. Tidak bersedih untuk ketidaklulusan saya sebagai CPNS.

Teringat setahun lalu, saat saya cukup sering digrecokin Bapak saya tercinta dengan pernyataan bahwa: jadi PNS ntar tak bisa lagi ikut PKS. Now, see people. Menjadi seorang PNS memang tidak = saya *dan anda semua yang hari ini lulus PNS maupun sudah lama menjadi PNS* berhenti berdakwah. Dakwah itu tugas utama kan ya? Tentu saja iya. Hanya saja, seperti yang disampaikan oleh Bapak saya, bahwasanya seorang Pegawai Negeri Sipil, tidaklah diperbolehkan aktif dalam struktur partai manapun. Dakwah tetep, 'main' partainya harus sembunyi-sembunyi hehe.

Nah, ketidaklulusan saya sebagai CPNS juga merupakan pertanda bahwa paling tidak sampai dengan setahun ke depan, saya masih bisa terang-terangan membawa bendera partai, masih bisa dengan bebas tanpa harus sembunyi-sembunyi dari juru kamera untuk temani suami saya nanti *sekarang masih calon, tapi beliau tersebut sangat partai banget* untuk, kampanye misalnya. Atau, melakukan DS, barangkali? Yah, begitulah.

And the most important thing dari ketidaklulusan ini adalah: saya tak perlu menjalani LDR alias Long Distance Relationship setelah menikah nanti :D

Anyway, satu-satunya hal yang membuat saya sedih adalah bahwa waktu saya bersama sahabat-sahabat saya di Kota Pontianak tercinta hanya tinggal hitungan hari dan bulan saja.

Sebagaimana seorang ciptaan Allah yang senantiasa berikhtiar untuk mengucap syukur atas kejadian apapun yang menimpanya, maka saya pun sangat yakin tak lulusnya saya dan juga sahabat saya pastilah sarat hikmah dan makna. Barangkali Allah memberi kesempatan pada kami berdua untuk dapat beasiswa S2 bersama? Hehe. Amiin deh.
Read More

Saturday, October 23, 2010

Dirgahayu 239 Pontianak


Adem kan liat foto ini? Bersih bener. Itu adalah bagian wilayah Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kubu Raya, di daerah Ambawang. Sungai bersih yang airnya tampak sejuk kalo kita ceburin kaki ke situ.

Apa hari ini saya mau pamer foto? Iya, salah satunya ehehe. Selain juga mau menyampaikan bahwasanya hari ini, 23 Oktober 2010 adalah milad Pontianak yang ke 239. Pontianak-ku. Pontianak Kita Semua. Pontianak Kita Sayangi. Pontianak Kota Sehat. Aiih, keren deh Pontianak. Dengan segala kekurangan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kota Pontianak dalam menangani ragam masalah di Pontianak, saya tetap cinta Pontianak. Walaupun pegi jaoh kemane, sunggoh susah nak melupakannye. Hehe itulah penggalan lirik lagu Aek Kapuas yang sangat mencerminkan sebagian besar perasaan cinta warga Pontianak untuk kota ini. Including me :D

Hal yang paling saya harapkan agar terjadi di kota ini adalah tata kota yang lebih enak dipandang, lebih cantik, dan membuat warganya lebih betah dan bangga menjadi penduduk kota Pontianak. Sebuah usulan dari seorang teman di twitter (sebut saja namanya Ilham Kurniawan dengan akun @ilhamituiam - nama sebenarnya), agar sepanjang ruas Jalan Gajahmada dijadikan objek wisata kuliner dan dibuat lebih gemerlap kalo malam. Good idea. Ada juga yang mengusulkan supaya Pontianak punya taman kota. Sepertinya sekarang sedang digarap. Semoga bisa segera terealisasi.

Secara pribadi, kadangkala saya merasa kota Pontianak kekurangan tempat wisata yang memadai. Tiap liburan, kalo pengen refreshing, masa harus ke Singkawang dulu. Ada area apaaa gitu yang dikelola supaya bisa dijadikan tempat refreshing. Tak harus pantai. Tempat outbond pun boleh. Ada area flying fox yang tinggi, ada pohon-pohon yang rindang, ada makanan-makanan yang harganya masuk akal, ada macem-macem lah. Terserah investor.

Adakah investor lokal yang bersedia 'menanamkan' dananya untuk keperluan tersebut? Pontianak tetap hijau, tetap sejuk, tetap berseri, tapi worthed untuk dijadikan area refreshing. Betapa saya akan semakin cinta dengan Pontianak jika itu terjadi :) Semoga akan terwujud ya. Amiiin.

Dirgahayu Pontianakku. I really love you.
Read More

© coba template, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena