coba template

Words and Sentences are Inspiration and Motivation

Friday, September 30, 2011

Belajar dari Melingkar

Photo by: Apri Adi

Kemarin malam akun @PKSJerman meramaikan timeline twitter saya dengan hashtag #melingkar. Pertama kali baca isi tweetnya, langsung nyambung bahwasanya yang dimaksud dengan 'melingkar' itu adalah ta'lim, kajian, mentoring, atau liqo'/halaqoh yang dilakukan rutin sepekan sekali baik itu di kantor, sekolah, kampus, atau lingkungan dekat rumah. Kenapa 'melingkar'? Ya iyes, karena kajian ini dilakukan dengan cara duduk lesehan dan melingkar. Yah, seperti foto di atas, hanya saja, kalo 'melingkar' ini tidak ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan), melainkan terpisah antara laki-laki dan perempuan :) Kalo foto yang di atas mah foto bersama teman-teman Khatulistiwa English Community (KEY) *skalian promo hehe*

Dari aktivitas melingkar ini, ada banyaaak pelajaran yang bisa kita dapatkan. Di bawah ini hanya beberapa di antaranya:

1. Kedisiplinan. Jika kajian dijadwalkan mulai pukul 1 siang, maka kita harus melatih diri agar terbiasa hadir tepat waktu. Kalau mulainya tepat waktu, selesainya bisa tepat waktu juga. Umumnya, sekali melingkar perlu waktu antara 2-3 jam. Kalo ada agenda tambahan, bisa seharian :D

2. Ukhuwah. Persahabatan, persaudaraan, kasih sayang dan cinta kasih, tercakup semuanya dalam ukhuwah islamiyah. Kalau sudah bisa enjoy melingkar, sekali aja ga datang bakalan kangen abessss. By the way, mengapa kegiatan melingkar ini 'harus' sepekan sekali? Ya, untuk menyegarkan ruhiyah kita. Seperti hp yang butuh dicas *kok kedengaran kayak iklan ya?*, ruhiyah kita adalah bagian terpenting dari diri kita yang sangat perlu direcharge. Bertemu dengan saudara seiman sepekan sekali sembari menerima materi dari pembina kajian cukuplah untuk stok isi ulang semangat ruhani.

3. Kesabaran. Yang mengikuti kegiatan melingkar ini semuanya adalah manusia. Malaikat hanya bertugas mencatat niat baik mereka untuk bersedia hadir di majlis dzikir. Karna itulah, dalam kajian akan kita temukan hal-hal yang menguji kesabaran kita sebagai insan biasa. Tapi, ketika ukhuwah sudah sangat erat, belajar sabar ini jadi mudah dan menyenangkan. *aiih, kedengaran kayak iklan lagi deh ini hihihi*

4. Saling mengingatkan. Sama seperti poin 3 tadi, personil aktivitas melingkar adalah manusia semua. Manusiawi kan kalo sesekali berkata dan bertingkah laku keliru. Di sinilah teman satu lingkaran memaksimalkan fungsinya untuk saling mengingatkan. Watawwa shaubil haq, watawwa shaubisshabr.

5. Ikhlas. Ini yang akan dialami ketika terjadi semacam pertukaran pembina/murobbi kelompok kajian. Supaya kegiatan melingkar ini dinamis, paling tidak setahun sekali kelompoknya dirombak. Pembinanya diganti, personil *atau dalam tarbiyah disebut mutarobbi/binaan* juga ikut berubah. Dapet teman baru lagi deh. Anyway, ada beberapa peserta yang di awal-awal mungkin tak setuju kalo kelompoknya diubah. Abisnya udah kadung klop sih sama yang sekarang. Biasanya sih gitu alasannya. Anyway, di sinilah kita sebagai peserta kajian harus belajar ikhlas sembari meluruskan niat. Jika niat ikhlas lillahita'ala, siapapun personil dan pembinanya, yuuk mari melingkar sampai akhir hayat :)

Nah, itu baru 5 point yang bisa kita pelajari dari aktivitas melingkar. Sisanya akan lebih berasa kalau kita sudah 'terjun langsung' ke dalam lingkaran itu :D Tapi by the way, emangnya melingkar itu ngapain aja sih? Baiklah, untuk yang masih belum dapat gambaran aktivitas seperti apa melingkar itu, saya kasi sedikit gambaran deh ya.

Selayaknya sebuah kajian, melingkar ini juga ada susnan acara atau biasanya disebut baramij liqo. Umumnya, susunan acaranya seperti ini:

1. Pembukaan.

2. Tilawah, bergiliran setiap personil kajian, atau kalau bulan Ramadhan biasanya nyambung ke bacaan tilawah masing-masing.

3. Infaq. Infaqnya dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah, penunjang agenda kajian seperti masak bareng *biasanya sih kelompok yang cewek sering nih agenda ini*, baksos, apa saja yang penting disepakati oleh semua anggota kajian.

4. Setor Hafalan, baik hafalan AlQur'an atau Hadits. Menurut beberapa kesaksian yang saya temukan dari hashtag #melingkar tadi malam, agenda yang satu ini nih yang paling disegani :p

5. Taujih. Yang ngasi taujih tak harus pembina kajian. Malah umumnya, kajian diberikan bergantian oleh setiap personil. Jadi, tiap pekan, beda taujih, beda yang ngasi taujih :)

6. Pembacaan Riyadush Shalihin/Kajian Shiroh Nabawiyah/Kajian Shiroh Shahabiyah/Info Dunia Islam. Point ini disesuaikan dengan kesepakatan tiap personil kajian. Kalau mau ambil semuanya, silahkeeun. Yang penting terlaksana dan berguna :)

7. Materi/Bedah Buku. Ini bisa disebut kegiatan inti melingkar. Jadi, pembina memberikan materi berdasarkan kurikulum, atau materinya bisa juga disesuaikan dengan kondisi dan situasi peserta kajian. Semacam tausiyah gitu deh. Saya pribadi, kalo udah sampai di point ini seringkali merasa seperti dilecutlecut dan ditampartampar semangatnya untuk bangkit dari rasa malas.

8. Diskusi. Bilamana ada materi yang kurang jelas dan ingin didiskusikan dalam forum, dibukalah sesi diskusi. Kalo ga ada, lanjuuut ke point berikutnya.

9. Qodoyah dan Rowa'i. Qodoyah itu semacam konsultasi atau curhat tentang problema yang sedang kita hadapi. Jika berkenan, boleh dibicarakan dalam forum, dan diikhtiarkan untuk dicarikan solusinya bersama-sama. Trus kalo Rowa'i itu penyampaian berita gembira. Jadi, kalau ada berita gembira seputar diri kita yang ingin disampaikan ke teman-teman, sampaikanlah di sesi ini.

10. Penutupan, selesai. Sampai jumpa pekan depan, kita ketemuan lagi pukul sekian di rumah si ini. Salaman, pelukan, cipikacipiki.

Intisari dari melingkar ini memang meningkatkan kualitas peserta kajian, utamanya dari segi rohani. Namun, tidak mengapa kalau tiap peserta sepakat untuk menambah program khusus seperti mabit (malam bina iman dan taqwa), tukeran kado, rihlah (jalanjalan, rekreasi), bahkan kalau mau ada program saling mengajari teman kajian belajar mobil pun silahkan :D Seru kaaan.

Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa 'melingkar' itu wajib hukumnya. Hanya saja, jika kita niatkan melingkar ini untuk menuntut ilmu agama dan menjalin silaturrahim, maka melingkar jadi sangat penting sekali. Kalo kata Pak @BamzTeha, #melingkar itu berguna untuk memperbaiki diri, keluarga, masyarakat, bangsa & negara. Slogannya: perbaikilah diri sendiri dan serulah org lain.Begitulah.

Demikianlah sedikit yang bisa saya bagikan tentang #melingkar. Kalau pengen lihat pendapat orang-orang tentang melingkar, langsung aja search #melingkar di twitternya ya. Tapi, buat yang pengen tau kisah awal mula dan pendapat saya tentang #melingkar, bolehlaah dibaca sendiri di halaman ini. Okedeh kalo begituh. Selamat bersenangsenang dalam lingkaran :D

Read More

Thursday, September 29, 2011

Tentang Warnet @ & Ni

Designed by: Abang Priana Ashri

Seharusnya postingan ini muncul di blognya Abang Priana Ashri yang notabene penanggung jawab warnet yang akan saya tulis di sini. Tapi, berhubung beliau tersebut bukan tipikal blogger yang rajin update blognya sendiri, maka biar saya aja deh yang nulisin. Tentunya dengan izin bapak yang punya warnet @ & Ni. Markilai, mari kita mulai membahas tentang Warnet @ & Ni.

Warnet ini berdiri pada 1 Agustus 2009 di Kabupaten Sekadau, kecamatan Sekadau Hilir, Desa Sungai Ringin. Letak warnet @ & Ni tepatnya di Jl. Irian no. 137. Kalo orang Sekadau asli mengenal lokasi ruko warnet ini sebagai area pasar, karena memang dekat dari pasar Sekadau. Warnet ini menempati salah 1 dari 9 pintu ruko yang dimiliki oleh Ibu Suhaeni, yang adalah bibinya Abang Priana Ashri *halah, sebut aja suami saya kenapa sih ah ihihi*. Nah, sejejeran dengan ruko yang ditempati warnet ini, ada warung bakso, distro, toko helm, toko pertanian, gerai ponsel, penjahit, sampe warung kecil sederhana dan sekedar hunian saja.

Warnet ini termasuk salah satu warnet yang awal berdiri di Sekadau. Jadi, alhamdulillaah sejak pertama diresmikan 2 tahun lalu sampai dengan sekarang, sudah ada beberapa pelanggan setia yang senantiasa memenuhi tiap bilik kecil dalam warnet ini. Berhubung kadangkala roomnya kurang, suami saya pun menambahi fasilitas wi-fi untuk yang pengen ngenet pake laptop sendiri.

Di awal berdirinya warnet ini, suami saya juga cobacoba untuk langsung sekalian ekspansi ke usaha percetakan. Yah, itung-itung juga mengimplementasikan skill design yang suami saya miliki. Hobi yang bisa menghasilkan uang kan seru, ga berasa cape kerjanya. Sehingga, jadilah @ & Ni tak cuma warnet saja, namun jadi @ & Ni group. Pertimbangannya, siapa tau kelak di masa yang akan datang, tak cuma warnet dan percetakan saja bisnis yang akan dijalankan, tapi juga usaha di bidang lain. Aamiin.

Berdirinya warnet @ & Ni, selain atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa, tak lepas pula dari uluran tangan Bang Fadlie yang tubuhnya sampe terguncang demi ikut membantu Instalasi Jaringan warnet. Kisah lengkapnya boleh dibaca sendiri di blognya bangfad. Awww, setelah diliat-liat ke belakang, ternyata pengerjaan warnet ini lumayan dekat sama milad saya yang ke 22 hihihi. Oiya, kebetulan *aaah, banyak amat kebetulannya siiih yaa* Bang Fadlie itu adalah kenalan saya di plurk :D

Lalu, kenapa warnet ini dinamai @ & Ni? Sebagian dari temanteman barangkali berpikir bahwa @ & Ni adalah singkatan dari Aci @ Dini. Hihihi. Not a hundred percent wrong sih. Sekarang sudah boleh diartikan begitu :) Sejarahnya warnet ini dikasi nama @ & Ni adalah karena awalnya usaha ini merupakan usaha dengan investasi 3 saudara sepupu yang bernama: Aci, Nazwar dan Ilham. Maka, jadilah @ & Ni. Aci, Nazwar & Ilham. Tak cuma itu saja, berhubung ruko tempat eksisnya warnet ini adalah ruko milik bibi dari 3 saudara sepupu, yang kebetulan *ini kata manusia, kata Allah tak ada yang kebetulan* bernama SuhaeNi. Aci & SuhaeNi? Boleh deeeh.

Bukan itu saja filosofi di balik nama @ & Ni. Jika dilafazkan huruf per huruf, @ & Ni dibaca AdanNi. Nama kakek dari 3 saudara sepupu yang membawahi warnet ini adalah: Adeni. Mirip kaan? ;) Emang ga ada yang kebetulan deh di muka bumi ini. Eeeeh ternyata, Aci yang saat ini memegang tampuk kekuasaan *caelaaah bahasanyaaaa huahaha* warnet ini dikaruniai istri baikhati *uhuk* yang nama panggilannya Dinie. Voila! Jadilah @ & Ni itu Aci dan Dinie ihihihi.

Demikianlah sekilas tentang warnet @ & Ni. Sepertinya banyak betul kebetulan yang terjadi dalam cerita hidup kita, sebagaimana cerita mengenai awal mula berdirinya warnet @ & Ni ini. Namun, kebetulan berlaku hanya untuk manusia. Untuk Allah, sedikitpun tak ada yang kebetulan. Semua sudah dirancang dengan indah dalam Lauhul Mahfudz, tertulis rapi di buku takdir. Maka, kalau semuanya sudah terjadi atas izin dan ridho Allah, masihkah kau berhak katakan ini campur tangan manusia? Wallahualam bishowab :)
Read More

Tuesday, September 27, 2011

Menertawakan Masa Lalu

Photo taken by: Rizki Fakhrurrazi

Slamat tinggaaal, masa lalu aku kan melangkaaah..


Ah, pasti tak asing ya dengan lirik lagunya 5minutes itu. Termasuk salah satu lirik lagu paling oke yang saya suka tuh. Kebetulan *ini kata manusia, kalau kata Allah sih tak ada yang kebetulan even only a leaf falls from a tree :)* beberapa hari lalu, dari distro sebelah, diputerin lagu ini. Duh, jadilah saya senyum jumawa sendiri. Teringat beberapa kisah di waktu lalu, kisah yang layak diingat tentunya. Yang jelek-jelek, sudah lama saya buang jauhjauh. Saya ambil hikmahnya aja deh :)

Bicara masalalu lagi, sungguh klasik, basi, dan saya pun sudah pernah secara jelas dan tegas menuliskan apa itu masa lalu di blog ini. Sungguh aneh menemukan beberapa manusia yang bisabisanya terkungkung dengan masalalunya. Masih agak mending kali ya kalau terkungkung sama masalalu sendiri, nah kalo terkungkungnya sama masalalu orang lain, sungguh kaasiihaan deh lu.

Itulah yang membuat kita seringkali sulit maju. Masih suka sibuk dengan masa lalu orang lain. Sibuuuk bener. Saking sibuknya, sampai lupa bahwa yang punya masa lalu sudah tak sudi lagi bahas kisah purbakala yang telah lewat. Dan yang lebih kasihannya lagi, saking sibuknya dengan masa lalu orang lain, kita *ya, kita: saya dan temanteman, baik sadar ataupun tidak* seringkali tak mau tau perkembangan macam apa yang sudah dibuat oranglain saat ini, terlepas dari masa lalu yang mereka miliki. Miris ya.

Mau diutak atik dengan cara apapun, masa lalu pasti akan menjadi track record hidup kita. Takkan bisa kita hapuskan cerita masa lalu dari catatan sejarah hidup. Tapi, mari kita sepakati kalimat yang saya jadikan status facebook kemarin:

there's nothing on your bad memory you should take, but the lesson ;)

Kita pelajari sejarah, kita ungkit masa lalu, tak lebih dari sekedar untuk ambil hikmahnya saja kan? Yup, itulah sebabnya Allah ciptakan 3 rentang waktu: kemarin, sekarang, dan akan datang. Yesterday, now, and future. Simple past tense, simple present tense, dan future tense. Just like a friend said in a social media, that life is X + X + X. Yesterday is an X, Now is an X, and Future is also an X. Yesterday is eXperience, Now is eXperiment, and Future is eXpectation. So, use your experience in your experiment to achieve your expectation.

So, people. Why are you so worried of your own past? Just laugh on your bad memory in your past, take the lesson, coz we have future to mend it better ;)

Read More

Monday, September 26, 2011

Rezeki Allah tak terukur

Photo taken by: Ivvan Fardyan

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillaah saya masih bisa nulis lagi hari ini. Ah, sering sekali saya lupa bersyukur bahwa hari ini masih diberi nafas untuk mengukir sejarah baru, masih diberikan kenikmatan Islam yang tak tergantikan, terlebih lagi, masih diberikan nikmat iman yang tak semua manusia bisa rasakan. Sungguh, banyak betul kenikmatan dari Allah SWT yang sering kita lupakan. Terlupa karena kita terlalu sensitif dengan kekurangan yang ada pada diri kita sebagai manusia. Padahal, justru karena kekurangan itulah, maka kita disebut manusia, bukan malaikat.

Banyak sekali hal yang kita keluhkan, baik yang disadari dan yang tidak. Beberapa hari lalu, saya BBMan dengan teman sekelas saya waktu SMA. Saya berinisiatif untuk menyapa dia duluan, karena tiap liat recent updates yang dia buat, personal message-nya nyaris selalu mengeluh. Maka, ngobrollah kami. Saya sama sekali tidak memancing dia untuk mengeluarkan keluhannya ke saya. Berhubung dia ini adalah teman SMA, maka yang ditanyain ya halhal klasik seputar kehidupan, such as udah nikah ya? Iyeap, that's the first question I asked her after saying hello.

Orang yang sama-sama baru menikah, ya pertanyaan klasik berikutnya bisa ketebak donk ya hehe. Tinggal di mana sekarang, suami kerja apa, sudah hamil belum, bla bla bla bla. Ketika saya balik bertanya whether or not dia sudah hamil, dimulailah sesi pengeluaran uneg-uneg yang seringkali nongol di personal message BlackBerry-nya. Ternyata temen saya itu sakithati dengan omongan orang-orang di sekitarnya yang seringkali nanyain kenapa dia belum hamil. Saya pun jadi pengen tau, emang nikah udah berapa lama? Subhanallaah, ternyata sama dengan saya, Februari 2011.

Oke, saya mulai memposisikan diri sebagai dia. Mencoba memahami perasaan pengantin baru yang sudah menikah selama 7 bulan namun belum diamanahi Allah untuk hamil. Kecewa, sedih, cemburu melihat teman yang lebih lama nikah sudah hamil, pastilah perasaan seperti itu yang muncul dari hati. Perempuan normal mana sih yang ga pengen hamil setelah menikah dengan cara baikbaik dan halal? Baiklah, pasti itu yang temen saya rasakan. Menjadi semakin sakithati akibat omongan ga enak dari kiri kanan tentunya.

Saya pribadi pun sangat sering sekali ditanyai pertanyaan serupa. Sudah pernah saya bahas kan di postingan F.A.Q. beberapa pekan lalu? Yoih. Ingin sekali rasanya saya kasih jawaban: Alhamdulillaah, sudah. Tapi menurut Allah, kami berdua masih harus terus ikhtiar maksimal dulu sampai layak menjadi orang tua untuk anak-anak yang kami idamkan. Maka, belumlah Allah katakan 'kun' untuk pertemukan sel telur dan sperma dalam rahim saya. Toh, rezeki takkan tertukar. Kalau sudah waktunya wanita hamil, baik hamil yang halal maupun yang haram, maka hamillah seorang wanita.

Jika saja teman saya itu bertanya, pernahkah saya mendengar atau mendapat perlakuan miring dari orang lain perihal belum hamilnya saya? Alhamdulillah, TIDAK PERNAH. Atau setidaknya, tak saya anggap miring. Karena rasa-rasanya, tak ada guna memusingkan omongan atau perlakuan orang lain yang tak mengenakkan ke diri kita, kecuali kalau sudah sangat mengganggu kehidupan pribadi. Yang remeh temeh begitu anggap sajalah angin lalu. Kalikan nol, abis deh dia.

Nah, dari situ, sebetulnya kita bisa membuat check list untuk disyukuri setiap hari. Walaupun takkan pernah sanggup kita menghitung nikmat dari Allah, seperti firmanNya:

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s. an-Nahl: 18).


tetap wajib toh kita bersyukur setiap hari? Maka bersyukurlah sekarang ini kita sudah menikah. Di usia yang relatif muda ini diberikan kelancaran menggenapkan setengah dien. Ketika beberapa teman kita di luar sana masih ada yang sibuk rampungkan studi, Allah berikan kelapangan untuk kita selesai lebih dulu. Saat di luar sana beberapa wanita sudah ingin betul menikah karena usianya sudah matang, Allah belum jua berikan jodoh untuknya. Atau, ketika setelah menikah masih ada beberapa pasangan yang belum bisa hidup berdua saja di rumah sendiri, Allah mampukan kita untuk itu.

Yang paling penting untuk disyukuri adalah: di balik belum hamilnya wanita yang sudah menikah secara sah, kita wajib bersyukur kepada Allah bahwa kita menikah tidak dalam kondisi hamil. Kasian anaknya euy kalo lahir dengan status hamil karena zina. Menurut para ulama, anak hasil zina tidak mendapatkan hak waris dan perwalian. Sehingga, kalo anak yang lahir perempuan, bapak kandungnya tak berhak menjadi walinya ketika menikah. Baca di sini ya :)

Ah, there are just too many things to be thankful. Terlalu banyak untuk saya tuliskan satu per satu di blog ini. So, kalau sampai hari ini masih juga merasa risau hati dengan hal-hal yang belum Allah beri, cobalah buat checklist untuk disyukuri setiap hari. Makin sering bersyukur, makin ditambah Allah nikmatnya. Itu janji Allah loooh:

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.s. Ibrahim: 7)

Last but not least, postingan ini saya persembahkan untuk teman-teman yang sedang menanti kehadiran penghuni baru dalam rumah tangga yang baru terbina, atau bahkan yang sudah bertahuntahun lamanya. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria pun bernasib serupa, mereka dikaruniai keturunan oleh Allah ketika usia mereka telah lanjut. Juga Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, orang yang paling dicintai Rasulullah, bukankah beliaupun tidak memiliki keturunan? Tetap bersabar sambil berikhtiar yaaa.. Insya Allah, sebentar lagi :)
Read More

© coba template, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena