coba template

Words and Sentences are Inspiration and Motivation

Sunday, June 26, 2011

Is it important to know About Me?


Itu semacam pertanyaan, meskipun sebetulnya itu adalah judul postingan. Saya menulis demi memenuhi amanat dari rekan saya yang seorang penyiar, yang hari ini sedang berulang tahun ke 25, Rohani Syawaliyah a.k.a honeylizious. Sebuah amanat *yang lebih suka saya sebut sebagai paksaan hehe* untuk menuliskan 10 hal tentang saya.

Well, ini adalah postingan berantai. Which means, saya menulis karena diminta untuk menulis (lagi) *karena di postingan sebelumnya juga saya nulis terjadi hal yang sama* dan diminta untuk meneruskan amanat 10 things about me ini ke blogger lain. Let's start it then.

1. Butterfly lover. Penjelasan komplitnya bisa dibaca di sini.

2. Pink lover. Penjelasan komplitnya ada di sini.

3. Ingin menulis nove. Penjelasan komplitnya, baca aja ini.

4. Menyukai angka 22. Saya sudah pernah menjelaskannya di sini.

5. Saya adalah pecinta tarbiyah. Sudah pernah saya jelaskan kan? Di sini.

6. Menulis skripsi tentang Conversation Analysis. Kalo itu, ada di sini dan abstraknya ini :D

7. Suka dengan dunia siaran. Sampe sekarang pun, saya belum mengundurkan diri sebagai penyiar Radio Volare. Satu-satunya alasan saya tak bisa bersiaran adalah karena sekarang saya berdomisili di Sekadau, ikut suami. Kenapa saya tidak mengundurkan diri? Ya, karena saya ga tau siapa tau nanti saya balik ke Pontianak, dan ingin siaran lagi, gitu hehe.. Sekilas tentang siaran, saya bagikan sebagian manfaatnya di sini :)

8. Cukup suka mengkritik ketika seseorang keliru gunakan Bahasa Indonesia, walaupun Bahasa Indonesia saya juga masih banyak banget yang harus dikritik huehehehe. Contoh tentang hal yang saya kritik, sila baca di halaman ini.

9. Sangat suka kalo dibuatkan design, apalagi design yang ada kupukupunya. Ini design pertama yang dibuatkan oleh seorang teman: kupu palestine.

10. Mencintai Pontianak, terutama setelah saya harus meninggalkan kota tersebut :) Kecintaan saya akan Pontianak, saya tuangkan dalam postingan di ulang tahun Pontianak ke 239 ini.

Nah, segitu aja deh 10 things about me yang bisa saya bagikan. Semoga penting dan bermanfaat untuk diketahui ya hehehe..

Demi kenyamanan bersama, maka saya memutuskan untuk tidak meneruskan postingan ini, karena yang kemaren aja belum ada tindak lanjutnya huhuhu. Anyway, terima kasih yaaa kak Hani untuk 'memaksa' saya menulis. Personally, I love writing kok, beneran deh :D
Read More

Thursday, April 28, 2011

Dapat award lagi


Wow, it's such a surprise! Ketika saya mampir ke blog salah satu siswa saya, sedikit kaget menemukan link blog beserta nama saya di sana. I got an award? What kind of award? Oh, award ini rupanya: Lovely blog award. Does this blog lovely? Iya donk, kan barusan ganti template hehehe.

Anyway, after being a long time didn't get any award, saya senang juga dapat award. Terakhir kali dapat blog award itu Oktober 2009, Inspirational Blog Award, katanya. Hahahaha. Padahal saya yakin deh, pemberian award ini cuma buat lucu-lucuan aja, iya kan? Yah, selain juga untuk membangkitkan kembali semangat ngeblog yang sempat hilang juga ya barangkali. Okelah kalo itu alasannya.

Jikalau demikian, maka berikutnya saya pengen ngasi award ke beberapa orang teman. Bukan sekedar buat luculucuan, melainkan supaya mereka kembali ke dunia blogging, nulis lagi, walaupun ga tiap hari, sebulan sekali cukuplah supaya kalo mampir ke blognya, ga tulisan itu lagi itu lagi yang nongol.

Berikut ini teman-teman yang saya anugerahi award:

1. Suami saya: Abang Priana Ashri. Mana? Mana janjimu mau menulis lagi?
2. Senior dan saudari saya: Lisa Listiana. Duh yang dah lulus CPNS. Nulis lagi dooonk :D
3. Gaby member: Fika Ayu Rizqia. Bu sekretaris yang cantik, ayooo nulis lagiii.
4. Senior dan saudara saya nun jauh dimato: Dian Prawira. Cepat sikit nulis lagi!
*agak garang sikit*

Udah deh, 4 itu aja hehe. Untuk teman-teman yang punya blog tapi merasa sudah begitu lama diabaikan, bersegeralah menulis. Menulis itu menghasilkan kata-kata. Kata-kata akan kau rangkai menjadi kalimat. Dan percayakah teman-teman, bahwa kalimat dapat menjadi inspirasi dan motivasi? Saya percaya :)
Read More

Tuesday, April 19, 2011

Post Wedding Session

Photo by RF


Alhamdulillah. Setelah menanti hampir 3 bulan, akhirnya kesampaian juga Post Wedding photo session kami. Walaupun berat badan kami berdua kian bertambah, hajarrrr sajaaa. Saya pribadi yakin, ga bakalan kentara deh. Pasti bisa ditutupin. Contohnya ya foto di atas itu, salah satu pose favorit saya hehehehe..

Foto yang di atas itu adek saya yang motret. Selain bareng Shafa Photography, adek saya yang memang lagi belajar photography juga membawa 1 temannya *sebut saja Ramadhan, nama sebenarnya* untuk mengabadikan momen yang dinanti-nanti ini. Bayangin aja, tadinya mau photo outdoor itu setelah akad nikah. Cuman, rupanya waktu itu di hari yang sama, Shafa Photography ada job motret di resepsi pengantin lain, yang ternyata adalah murid les Bahasa Inggris saya. Ajiib kan murid saya, nikah duluan.

Maka, bang Ivan selaku bosnya Shafa Photography pun menyatakan bahwa untuk sesi foto outdoor, kami bebas pilih hari. Sesempatnya kami, kata beliau. Nah, setelah menyesuaikan jadwal sana sini *padahal yang sibuk malah fotografernya hehe* akhirnya dipilihlah Senin, 18 April 2011 kemarin. Sangat pas untuk ajak serta adik saya karena dia lagi libur dalam rangka UAN. Jadi deh kami berangkaaat.

Alhamdulillah, cuaca sangat mendukung. Pagi sampai siang cerah, secerah hati kami berdua yang pagi kemarin berasa akan melangsungkan akad nikah lagi hehehehehe. Kami pake setelan kebaya putih, tapi beda dari setelan akad nikah kemarin. Yang spesial dari sesi post wedding ini: Kami memilih make-up natural supaya lebih orisinil :D

Dimulailah perjalanan menuju lokasi pemotretan. Sempat kaget waktu nyampe di daerah yang biasa sekedar saya lewati waktu selesai olahraga pagi. Betapa mata fotografer itu sangat lihai ya. Area yang bagi orang awam barangkali hanya nyaman untuk berjualan, numpang berteduh kala hujan, atau bahkan sekedar buat parkir kendaraan, ternyata jadi begitu indah saat ditangkap oleh kamera fotografer dengan jiwa seni tinggi. Sangat salut pada mereka berlima yang tadi keringatan ambil semua pose kami. Melihat sebagian hasil foto yang ada, alhamdulillah lumayan hilang rasa pegal di kaki.

Saya membayangkan, jika di tempat yang relatif 'biasa-biasa saja' dan sudah agak dicemari oleh tangan jahil manusia saja hasil foto bisa sebagus itu, bagaimana kalau berfoto di area terbuka lainnya seperti pantai, gunung, hutan dan sungai yang masih terjaga? Anyway, kembali teringat kata bang Ivan tadi. Peralatan hanyalah penunjang. Orang di belakang peralatan itulah yang sangat penting.

Dari sesi post wedding kemarin kami belajar, peralatan secanggih apapun tak kan bisa mengalahkan 'peralatan' ciptaan Allah :) Oh, dan juga satu lagi, bahwa pacaran setelah menikah itu sungguh ajiib :D

Btw, ini hasil copy dari wedding blog hehehe.
Read More

Monday, April 18, 2011

Jadi PNS? Kasi Rp. 75 juta dulu.


Image: here

Nah lho, judul yang sangat controversial ya? Biarin, biar sama kayak media-media online yang suka fenomenal ngasi judul. Supaya rame yang baca hehehe. Anyway, judul itu bukanlah sekedar fiksi belaka. Ini cerita tentang percakapan yang saya dengar secara langsung dalam perjalanan dari Pontianak ke Sekadau, tempat saya berdomisili bersama suami saat ini. Baiklah, mari kita mulai postingan ini dengan melafadzkan Bismillahirrahmaanirrahiim.

Menjadi Pegawai Negeri Sipil barangkali menjadi citacita sebagian warga Indonesia. Alasannya, karena gajinya tetap, liburan tetap digaji, setelah pensiun pun tetap dapat gaji. Belum lagi frekuensi kenaikan gaji PNS yang cukup teratur walaupun persennya tak seberapa. Pokoknya enak deh jadi PNS. Termasuklah orang tua saya yang kuat betul keinginannya menjadikan saya sebagai PNS. Bahkan tahun lalu, saya ikut ngelamar PNS dan bersyukur ga lulus. Cerita tentang kenapa saya bersyukur atas ketidaklulusan saya bisa dibaca di sini.

Sudah menjadi semacam rahasia umum bahwasanya untuk menjadi PNS bukanlah hal gampang. Menjadi gampang asalkan punya link dan punya uang untuk memuluskan langkah menjadi PNS. Nominal uangnya pun luar biasa banyak. Bisa dipake buat bisnis. Nah, awalnya saya hanya sedikit percaya tentang fenomena ini. Karena, saya punya cukup banyak keluarga yang sudah menjadi PNS, juga beberapa teman yang saya tau betul jadi PNS atas hasil perjuangan dan ridho Allah. Anda barangkali salah satunya :)

Kedua orang tua saya, PNS 2-2nya. Jangankan mau nyogok buat jadi PNS. Waktu itu tinggal aja masih di gang kecil dibawah jembatan Kapuas. Link? Mereka orang daerah yang ngelamar PNS di Pontianak. Ga punya link untuk memuluskan jalan. Kemudian, Om saya (suami dari adiknya ibu saya) juga PNS. Jangankan mau nyogok buat jadi PNS, orangtuanya aja ‘cuma’ tukang kayu. Begitulah. Maka, saya tak begitu percaya dengan praktek suap-suapan yang orang-orang bilang karena di sekitar saya tak ada yang seperti itu. Nah, setelah mendengar secara langsung percakapan orang-orang dalam taxi ketika menempuh perjalanan pulang tempo hari itulah saya jadi cukup percaya dengan fenomena memiriskan hati tersebut.

Di dalam taxi yang saya tumpangi, rupanya ada istri pejabat setempat. Sebut saja namanya Ibu Lady (tentu saja bukan nama sebenarnya). Ada juga seorang PNS yang berprofesi seperti Briptu Norman hehehe. Tebak aja sendiri ya :D. Untuk memudahkan jalan cerita, kita kasi nama Palsu (jelas bukan nama sebenarnya, orang tua mana yang tega ngasi nama anak Palsu). Trus, seorang lagi yang terlibat adalah seseorang yang sedang mencari kerja dan pengen jadi PNS. Kita namai ia Melinda (bukan nama sebenarnya). Palsu dan Melinda ini temanan.

Bagian yang membuat saya kaget adalah ketika Ibu Lady yang duduk di samping pak supir yang sedang bekerja berkata begini: “…. siapkan 75 buat jadi pegawai bang, lancar. Tapi anak Ibu malah ga mau disuruh jadi PNS kalo kayak gitu. Dia bilang nanti repot balikinnya lagi. Bener juga ya, dalam hati Ibu,” ujar bu Lady.

Hah? Apa-apaan ini? Jadi PNS 75? Sampe di situ saya masih belum begitu ngeh dengan maksud bu Lady. Keheranan saya terjawab setelah terjadi percakapan berikut ini:

Mas Palsu: Bu, kalo buat jadi perawat 75 juga kah?

Bu Lady: Standarnya sih segitu bang.

Mas Palsu: Ini bu, adek saya pengen jadi PNS juga (sambil pegang pundak Melinda)

Bu Lady: Kalo untuk kesehatan lumayan tuh saingannya. Tapi nanti ibu coba bantu ya. Ada banyak teman ibu di BKD.

Mas Palsu: Boleh tu dek.

Melinda: Adek ni bukan jurusan perawat bang.

Mas Palsu: Calon saya bu yang lulusan perawat. Banyak saingannya buat jadi PNS.

Bu Lady: Kalo adek jurusan apa? Lulusan mana?

Melinda: *menyebutkan jurusan dan nama sebuah universitas di Jakarta*

Bu Lady: Kalau mau ngelamar tahun ini, ngelobinye harus jauh-jauh hari. Trus juga yang penting posisi yang dilamar tersedia. Jangan sampai jurusan lain dengan posisi yang dicari nanti orang-orang bisa heran.

Mas Palsu: Dulu saya pas mau jadi PNS juga siapkan uang, tapi ndak nyampe puluhan juta. Belasan jak.

Bu Lady: Tahun lalu ada 7 orang yang minta tolong sama bapak *maksudnya suami bu Lady yang juga pejabat setempat*, 5 orang lulus semuanya. Tapi itu ngasi uangnya bukan ke Ibu. Nanti dihubungkan ke orang BKDnya langsung. Kalau adek mau, simpan nomor Ibu. Nanti Ibu coba bantu.

Melinda: Boleh lah bu. *sambil simpan nomor bu Lady*.

I was so speechless. Saya berasa jadi setan bisu waktu itu. Membiarkannya tanpa berkata apa-apa. Sesak sekali rasanya dada saya waktu itu. Dalam speechless saya mikir, apakah enaknya jadi PNS tapi pake suap begitu? Apakah gaji yang kemudian diterima tiap bulan menjadi halal? Benar-benar speechless, dan semakin speechless mendengar lanjutan percakapan tersebut:

Bu Lady: Kalo yang buat jadi polisi itu berat juga tu saingannya. Titipannya banyak. Perang bintang di atas tu. Siapa yang bintangnya lebih tinggi ya jatahnya dia. Tapi beberapa tahun lalu anak Ibu sempat mau dijadikan polisi di daerah Gorontalo karena adek Ibu ada posisi di sana. Ndak lolos karena umurnya kurang 2 bulan. Kalo persyaratan yang lewat komputer gitu susah dibohongi. Akhirnya ndak bisa lanjut tes. Padahal anak ibu udah siap-siap berangkat. Tiket udah dipesan. Udah packing. Sempat stress dia.

Bu Lady: Belum lagi yang jadi tim sukses. Ada tuh teman ibu anaknya ndak lulus di daerah *menyebutkan nama daerah di Kalimantan Barat, dekat Pontianak*. Dia udah jadi tim sukses bupati itu. Ternyata banyak yang jadi tim sukses beliau kan, jadi bupatinya pun bingung mau luluskan yang mana.

Oh my goodness! Porak poranda sekali sistem di negara ini. Begitu gampang dimasuki orang-orang tak bertanggungjawab yang seenaknya mengambil jatah orang yang seharusnya lulus. Inilah yang disebut sebagai Uang Berbicara. Sudah biasa terjadi di negeri ini, dan FAKTA, BENAR ADANYA. Saya dengar langsung hari Rabu, 6 April 2011 dalam Kijang Innova menuju Sekadau. Rasanya pengen lapor polisi, tapi kalo di atas malah ‘perang bintang’ buat ambil posisi itu, ngapain juga.

Dalam kondisi seperti itu, saya gunakan selemah-lemahnya iman: berdoa agar saya terhindar dari golongan yang demikian dan berharap semoga orang-orang ini sudah tau tentang hadits Baginda Rasul SAW yang berbunyi:

“Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya ia berkata, Rasulullah sa mengutuk penyuap dan yang menerima.” (H.R At Tirmidzi)

“Dari Abdullah bin Amr, bahwasanya ia berkata: Rasulullah saw bersabda; Laknat Allah semoga diturunkan kepada orang yang menyuap dan yang menerima suap.” (HR. Ibnu Majah)

“Dari Abu Zur’ah dari Tsaubah berkata: Rasulullah saw melaknat orang yang menyuap, yang disuap, dan perantaranya” (HR. Ahmad)

Tentu saja saya sama sekali tidak menggeneralisir bahwa semua yang jadi PNS melewati proses suap-suapan. Oknum lah yang melakukannya, dan oknum tersebut memang benar-benar ada di negara tercinta ini. Pantas saja sebagian orang pesimis bahwa korupsi di Negara ini sulit diberantas. Semacam sudah mengakar sampai ke poripori paling dalam. Tapi, saya pribadi masih optimis bahwa Harapan itu Masih Ada. Mari kita Bekerja Untuk Indonesia. Horeeee.

Oiya, again, the last but not least, jika temanteman yang sekarang sedang baca pos ini merasa tersinggung, saya mohon maaf ya. No intention at all to do so, kok. Ini murni menceritakan fenomena di negara tercinta Indonesia. Harapan saya, semoga setelah baca tulisan ini, akan smakin banyak yang lebih takut pada adzab Allah daripada sekedar takut ga lulus PNS. Sekian dan terima kasih :)

Read More

© coba template, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena